Gas Tertawa N2O yang Ramai Diperbincangkan

  • 04 Feb 2026 08:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan gas N₂O atau yang dikenal dengan sebutan "gas tertawa" akhir-akhir ini menjadi perhatian banyak orang. Meskipun terkenal karena kemampuannya untuk menenangkan, gas ini memiliki peranan penting dalam sektor kesehatan, serta juga digunakan di industri makanan dan otomotif.

Menurut informasi dari @Kemenkes_ri, gas tertawa merupakan istilah umum untuk nitrous oxide, yang sering digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi yang ringan. Penggunaan gas ini di bawah pengawasan tenaga medis biasanya aman, tetapi jika digunakan secara sembarangan atau terpapar tanpa kesadaran, gas ini dapat menimbulkan beragam risiko kesehatan.

Sebenarnya, gas tertawa memiliki fungsi medis yang sah dan sudah lama diakui. Dalam praktik medis, gas ini (nitrous oxide) digunakan sebagai anestesi dan penghilang rasa sakit ringan yang membuat pasien merasa lebih tenang, dapat mengurangi rasa sakit, serta menekan kecemasan saat menjalani prosedur medis.

Sayangnya, ada beberapa orang yang menyalahgunakan gas ini untuk keperluan rekreasi. Hal ini terjadi karena pada dosis tertentu, nitrous oxide yang terdapat dalam gas ini dapat menyebabkan perasaan senang, sensasi ringan, dan relaksasi.

Jika gas ini digunakan dengan cara yang berlebihan dan tanpa pengawasan dari tenaga medis, hal itu dapat mengakibatkan efek samping yang membahayakan bagi tubuh. Namun, tidak semua orang terpapar gas tertawa secara sengaja.

Kadang-kadang, orang yang berada di sekitar pengguna juga bisa menghirup gas ini tanpa menyadarinya. Terutama jika gas ini digunakan di tempat dengan ventilasi yang buruk.

Walaupun namanya terkesan ringan, penyalahgunaan N₂O seharusnya tidak dianggap remeh. Penggunaan tanpa pengawasan dapat menyebabkan pusing, masalah saraf, kekurangan oksigen, bahkan bisa berpotensi membahayakan kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Hindari mengikuti tren yang dapat merugikan kesehatan. Pahami faktanya, kenali risikonya, dan gunakan gas ini hanya sesuai dengan tujuan medisnya.

( Syurie Ariandani )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....