Antisipasi Virus Nipah, Menkes Himbau Makan Buah Tertutup

  • 01 Feb 2026 03:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Merebaknya virus Nipah di India, menjadi perhatian penting di semua negara, salah satunya Indonesia. Virus yang ditularkan hewan kelelawar melalui buah ke manusia ini dikatakan tingkat fatalitiesnya lebih tinggi dibandingkan dengan virus Covid-19.

Virus Nipah sendiri bukan virus yang baru di dunia, melainkan pernah terjadi di negara-negara Asia. Dalam memberikan perhatian terhadap virus itu sendiri, Kementerian Kesehatan akan mengikuti aturan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mengantisipasi virus Nipah.

Ditemui setelah meninjau Rumah Sakit Kardiologi Solo pada Kamis, 29 Januari 2026, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghimbau masyarakat Indonesia tidak memakan buah yang sudah terbuka di saat berada di lokasi yang penularan virusnya tinggi.

"Jadi virus nipah ini kan yang berasal dari kelelawar, kemudian masuk ke buah. Di beberapa negara dimakan oleh babi. Jadi kemudian untuk orang-orang yang memakan babi tertular. Untuk orang-orang Indonesia kalau bisa jangan makan buah yang terbuka atau lebih baik lagi ya enggak usah makan buah deh," kata Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan menambahkan akan melakukan screening terhadap wisatawan baik mancanegara maupun warga Indonesia yang pulang atau datang dari negara India. Dirinya menjelaskan pemeriksaan sendiri akan dilakukan seperti Covid-19, dengan metode PCR.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan sudah mempersiapkan reagen-reagen yang dipergunakan dalam pemeriksaan dan disimpan di laboratorium milik Kementerian Kesehatan yang nantinya bisa dengan mudah di distribusikan kepada laboratorium daerah-daerah.

"Jadi, kalau ada orang yang dicurigai, batuk enggak sembuh-sembuh. Karena ini sama kayak Covid-nya serang paru-paru. Kita screen sekarang lebih banyak untuk tahu ya batuknya apa, karena virus influenza atau virus Covid atau virus nipah. Nah, jadi surveillance-nya kita perkuat. Kita sekarang reagennya ditaruh di Kemenkes, kita distribusikan ke beberapa laboratorium miliknya Kemenkes di seluruh Indonesia," katanya menambahkan.

Belum masuknya virus ke Indonesia, masyarakat diharapkan tidak perlu panik namun tetap waspada jika merasa adanya gejala-gejala yang timbul bisa langsung memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Perlu diperhatikan mengacu pada informasi yang didapatkan, gejala yang timbul dalam kasus virus Nipah yakni mirip dengan sakit flu biasa meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah, sakit tenggorokan, mengantuk berlebihan, perubahan tingkat kesadaran hingga gangguan neurologis yang menandakan terjadinya ensefalitis akut.

Virus Nipah sendiri dikatakan lebih berbahaya dari virus Covid-19 yang sebelumnya terjadi, karena tingkat kematian cukup tinggi jika terkena virus tersebut. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....