Bahaya Tersembunyi di Balik Hapus Tato

  • 24 Jan 2026 22:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menghapus tato dengan teknologi laser kerap dianggap solusi instan bagi yang ingin menghilangkan jejak tinta di kulit. Namun di balik proses yang terlihat sederhana, tersimpan risiko kesehatan yang jarang disadari banyak orang.

Mengutip akun Instagram @vinconium, secara medis laser bekerja dengan memecah partikel tinta tato di bawah kulit menjadi ukuran yang lebih kecil. Ini membutuhkan perawatan.

Untuk tato berukuran kecil, biasanya dibutuhkan sekitar lima sesi. Sementara tato besar bisa memerlukan hingga 20 kali perawatan.

Masalah muncul setelah tinta tersebut dihancurkan. Sekitar 70 persen partikel tinta akan dibawa oleh sistem imun ke aliran darah dan disaring oleh ginjal sebelum akhirnya dikeluarkan melalui urine.

Sisa sekitar 30 persen partikel tinta tidak sepenuhnya terbuang. Partikel ini justru terbawa hingga ke kelenjar getah bening dan menetap dalam jangka panjang, sehingga berpotensi menimbulkan pembengkakan atau memar pada area tersebut.

Dalam beberapa kasus, residu tinta di kelenjar getah bening dapat memicu kesalahan interpretasi hasil CT scan. Bercak tinta bisa terbaca sebagai benda asing atau kelainan, sehingga menyulitkan proses diagnosis medis.

Risiko ini tentu semakin besar jika seseorang menghapus tato dalam jumlah banyak atau menutupi hampir seluruh tubuh. Ini penting agar masyarakat terutama yang memiliki tato lebih bijak sebelum menjalani prosedur tersebut.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....