Manfaat Black Garlic sebagai Pangan Fungsional Alami

  • 22 Jan 2026 10:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Black garlic adalah bawang putih yang diolah melalui pemanasan dalam kondisi suhu serta kelembapan terkontrol selama beberapa minggu sehingga menghasilkan senyawa bioaktif yang lebih tinggi. Penelitian Universitas Mataram menjelaskan bahwa senyawa seperti SAC dan flavonoid dalam black garlic berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sistem tubuh dari radikal bebas.

Salah satu manfaatnya adalah sebagai agen antioksidan yang mampu menghambat kerusakan sel akibat stres oksidatif dalam tubuh manusia. Studi Universitas Slamet Riyadi menemukan aktivitas antioksidan tinggi pada black garlic yang membantu menurunkan risiko penyakit kronis terkait radikal bebas.

Konsumsi black garlic juga dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi secara signifikan. Penelitian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menunjukkan bahwa kandungan allicin dan SAC dalam black garlic berkontribusi pada pengendalian tekanan darah tinggi secara alami.

Selain itu black garlic dapat berperan dalam pengaturan kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus sebagai terapi non-farmakologis tambahan. Penelitian Universitas Muhammadiyah Kudus menunjukkan efektivitas konsumsi black garlic dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes.

Black garlic juga memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh dan daya tahan terhadap infeksi mikroba. Studi Universitas Padjadjaran menunjukan bahwa proses pemanasan black garlic meningkatkan zat antibakteri dan antioksidan yang mendukung fungsi imun tubuh.

Dengan beragam manfaat kesehatan yang diteliti oleh berbagai universitas di Indonesia, black garlic menjadi pilihan pangan fungsional yang dapat mendukung gaya hidup sehat. Penelitian pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta menyebutkan bahwa black garlic dapat menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan jantung masyarakat luas.(Aris)

Referensi:

1. Hernawan, U. E., & Setyawan, A. D. (2013). Review: Senyawa organosulfur bawang putih dan aktivitas biologisnya.

Jurnal Biofarmasi, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Putri, R. M., Nurliyani, & Harmayani, E. (2015). Aktivitas antioksidan dan antibakteri black garlic hasil fermentasi.

Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Universitas Gadjah Mada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....