Apa Itu Hormon Kortisol atau Hormon Pemicu Stress

  • 30 Des 2025 15:20 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Kortisol merupakan hormon dari kelenjar adrenal yang berfungsi mengatur tekanan darah dan metabolisme. Namun, kadar kortisol berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.

Hormon yang terlalu tinggi memicu kecemasan berkepanjangan hingga sulit tidur. Selain itu, kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu fokus.

Mengelola stres adalah langkah awal untuk mengurangi produksi hormon kortisol dalam tubuh. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang menyenangkan.

Tidur yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam per malam sangatlah penting. Pastikan suasana kamar tenang dan hindari penggunaan gawai sebelum waktu tidur tiba.

Rutin berolahraga membantu menurunkan stres jika dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan. Pilih aktivitas ringan seperti jalan kaki atau berenang selama 30 menit setiap hari.

Konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, dan asupan tinggi omega-3 sangat disarankan. Batasi asupan gula, lemak jenuh, serta kafein agar kadar hormon tetap stabil.

Biasakan membangun pola pikir positif dan fokus pada hal yang bisa Anda kendalikan. Lingkungan sosial yang sehat terbukti mampu menekan produksi hormon stres secara efektif.

Batasi konsumsi kopi dan rokok karena kafein serta nikotin merangsang pelepasan kortisol. Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika Anda mengalami gangguan tidur yang serius.

Menjaga hormon kortisol dapat dilakukan secara alami melalui pola hidup yang seimbang. Konsistensi dalam manajemen stres adalah kunci utama untuk menjaga pikiran tetap tenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....