DLH Sragen Segera Kirim Tim Audit Limbah Pabrik di Pagak

  • 30 Des 2025 12:58 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Sragen: Dugaan pencemaran limbah pabrik pemotongan unggas yang dituding menjadi pemicu wabah penyakit Chikungunya di Dukuh Nyawun, Desa Pagak, sampai ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen.

Menyikapi keluhan warga soal Embung Nyawun yang hitam dan berbau, DLH berjanji akan segera menerjunkan tim untuk melakukan audit lapangan.

Kepala DLH Sragen, Albert Pramono Susanto, menyatakan bahwa meski secara detail laporan resmi belum ia terima, pihaknya merespons cepat informasi mengenai keresahan masyarakat. Terutama terkait dampak lingkungan dari operasional pabrik di Sumberlawang tersebut.

Albert menegaskan bahwa pihaknya memiliki prosedur tetap melalui tim pengawas lingkungan hidup untuk menangani aduan masyarakat. Langkah pertama yang akan diambil adalah pemeriksaan dokumen perizinan.

"Kami punya tim pengawas. Pertama, akan dilakukan pemeriksaan administrasi terkait perizinan lingkungannya dulu. Kita cek dokumennya sudah lengkap atau belum," ujar Albert belum lama ini.

Setelah pemeriksaan dokumen, tim akan bergerak untuk memverifikasi kondisi riil di sekitar pabrik dan Embung Nyawun. Petugas akan mencocokkan apakah pelaksanaan pengelolaan limbah di lapangan sudah sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam dokumen izin lingkungan.

Albert tidak menutup kemungkinan adanya tindakan tegas jika ditemukan bukti bahwa pihak pabrik lalai dalam mengelola limbah hingga mencemari embung warga.

"Nanti kalau ditemukan hal-hal yang tidak dibenarkan (pelanggaran), akan ada teguran. Semuanya ada prosedurnya," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi aduan secara resmi agar penyelesaian masalah lingkungan ini bisa berjalan lebih cepat dan memiliki dasar hukum yang kuat.

Pernyataan DLH ini menjadi angin segar sekaligus ujian bagi ketegasan pemerintah kabupaten dalam membela hak kesehatan warga. Pasalnya, kondisi Embung Nyawun yang kini dipenuhi gulma dan air hitam pekat telah menjadi sarang nyamuk yang melumpuhkan aktivitas warga di desa Pagak.

Kini, warga Desa Pagak menanti kapan tim pengawas tersebut benar-benar mendarat di lapangan untuk membuktikan apakah bau busuk dan air hitam di embung mereka adalah akibat kelalaian industri atau sekadar masalah kebersihan warga sebagaimana yang sempat dituduhkan sebelumnya.

Serangan cikungunya yang dialami warga Tawun Desa Pagak Kecamatan Sumberlawang Sragen langsung direspon Pemkab Sragen. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen melakukan serangkaian penanganan bersama Forkompincam Sumberlawang.

Dinkes juga mengklaim kasus cikungunya tidak sebanyak yang dilaporkan warga. Dimana jumlah penderita yang disebutkan warga mencapai 100 orang, kini hanya terkonfirmasi puluhan saja.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti, mengungkapkan bahwa Puskesmas Sumberlawang sebenarnya telah lama melakukan tindak lanjut, termasuk menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pengasapan (fogging).

Terkait simpang siur jumlah warga yang lumpuh akibat virus tersebut, dr. Sri Subekti menegaskan bahwa tidak semua warga yang mengalami demam bisa dikategorikan sebagai penderita Chikungunya.

"Data resminya tidak sampai 10 kasus yang benar-benar Chikungunya. Masyarakat seringkali menganggap setiap ada panas itu Chikungunya, padahal bisa saja batuk pilek atau greges biasa. Jadi, tidak sebanyak yang diberitakan (100 orang)," kata dr. Sri Subekti Senin (21/12/2025 ). MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....