Wawali Solo Soroti Penularan HIV/AIDS Generasi Muda
- 07 Des 2025 11:34 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menyoroti temuan kasus HIV/AIDS di Kota Bengawan yang semakin mengkhawatirkan. Bahwa kasus ini bukanlah persoalan kesehatan semata, namun juga menyangkut masa depan generasi muda dan kesejahteraan sosial.
Hal itu disampaikan Wawali Astrid Widayani saat menghadiri Peringatan Hari Aids Sedunia Tingkat Kota Solo di Simpang Ngarsopuro, Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Minggu (7/12) pagi.
Astrid menyebutkan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan HIV/Aids (KPA) Surakarta lebih dari 1.500 warga Solo yang terpapar HIV/Aids dominasi usia remaja dan usia produktif. Kemudian ditemukan 20 kasus baru pada kelompok usia 0 sampai 19 tahun sepanjang Januari-September 2025 mengindikasikan betapa rentannya generasi muda tertular virus mematikan tersebut.
"Kita menjadi diingatkan atau adanya peringatan untuk kita semua bahwa epidemi ini masih nyata dan terus mengancam terutama untuk generasi muda dan usia yang masih produktif. Dari 1505 kasus yang tercatat hingga September 2025 lalu dominasi usia remaja dan usia produktif. Ditemukan 20 kasus baru pada kelompok usia 0 sampai 19 tahun dalam hanya bulan September 2025," kata dia saat sambutan peringatan Hari HIV AIDS di CFd.
Peningkatan temuan kasus HIV/AIDS yang cukup cepat ini di sisi lain mengindikasikan bahwa testing yang dilakukan berjalan sesuai dengan target. Karena semakin banyak orang yang mengetahui status kesehatannya maka akan menjadi peringatan untuk semua termasuk orang tua terkait pergaulan putra putrinya.
"Ini harus kita respon dengan cepat dan fakta bahwa Surakarta berada di peringkat kedua setelah Kota Semarang di Jawa Tengah maka menjadi tugas kita bersama menjadi tanggung jawab kita bersama dalam rangka menjadikan program ini sebagai prioritas penanggulangan HIV/AIDS," katanya menandaskan.
Lanjut dia, pencegahan penularan HIV/AIDS ini sebagai prioritas utama dan menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan. Melalui Karang Taruna, organisasi kepemudaan, komunitas-komunitas untuk bersama-sama memperkuat gerakan edukasi pencegahan dan dukungan sesama remaja.
"Tema hari ini 'The Youth Generation With Acting for HIV/AIDS' mengajarkan generasi muda bukan hanya kelompok yang rentan tetapi kita semua dilibatkan sebagai agen perubahan agent of change pelopor untuk pencegahan dan mitra dalam penanggulangan," kata dia.

Sejumlah poster peringatan bahaya tertular HIV Aids terpampang di depan panggung Peringatan Hari HIV Aids sedunia di CFD Solp, Minggu (7/12). (Foto: RRI/Mulato)
Pada kesempatan sama Sekretaris KPA Solo Widi Srihanto mengatakan sepanjang Januari-September 2025 ditemukan 288 kasus baru. Sementara data komulatif selama 20 tahun terakhir 1.505 warga terpapar HIV/Aids, 186 di antaranya meninggal dunia. Menurut Widi, sebaran kasus bervariasi terutama risiko tinggi pekerja seks komersial hingga laki sama lelaki atau homoseksual.
"Kondisi sampai bulan ini 1.519 komulatif kalau temuan baru 200 sekian ya. Kasusnya bervariasi ya, khususnya generasi muda LSL juga banyak, macam-macam," kata dia.
Menurut Widi, KPA Solo tidak hanya berfokus pada temuan kasus penularan saja, namun bagaimana mendampingi mereka sampai berdikari dalam berbagai hal termasuk ekonomi. Widi menyebut ada 600 loss follow up setelah mengetahui status kesehatannya sehingga tidak bisa terpantau sampai sekarang.
"Yang non teknis mereka di wilayah bagaimana kondisinya masing-masing ODHA kita monitor, sehingga perkembangan individu dan kelompok tetap terpantau. Ada 600-an loss follow up, itu menjadi temuan harus kita bantu. Ketika ditemukan kita dekati kita pantau tidak hanya obatnya tapi mereka ini kan butuh berdaya, minta bantuan apa untuk usaha kita fasilitasi dengan Kementrian Sosial, mau salon, mau angkringan kita bantu," ujar Widi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....