Tape Singkong Sumber Probiotik yang Berkhasiat Bagi Tubuh

  • 16 Okt 2025 11:53 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing dengan tape singkong. Makanan fermentasi dengan rasa yang manis sering kali dijadikan sebagai camilan tradisional, yang ternyata menyimpan manfaat bagi tubuh karena mengandung probiotik alami.

Namun perlu diketahui tape singkong tidak bisa dijadikan makanan pokok layaknya nasi, ubi, ataupun singkong rebus. Sebaiknya dikonsumsi sebagai makanan tambahan untuk mendukung kesehatan pencernaan.

Mengutip dari akun Instagram @dr.fendy, waktu terbaik untuk mengonsumsi tape singkong adalah saat perut kosong, agar probiotiknya bekerja lebih optimal di saluran pencernaan. Namun bagi penderita asam lambung, asam urat, batu empedu atau penyakit lain, dianjurkan dimakan setelah makanan utama.

Dalam mengonsumsi tape singkong juga harus memperhatikan batas konsumsi, karena akan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi tubuh. Penderita diabetes maksimal 30 gram per hari maksimal 3 kali seminggu.

Sementara penderita asam lambung, 30 gram per hari maksimal 3 kali seminggu, yang kurang asupan probiotik 50 gram, 3-4 kali seminggu. Sementara ibu hamil, menyusui, dan anak usia 1-5 tahun 30 gram 3-4 kali seminggu.

Tape singkong memang mengandung purin tapi kandungannya rendah dibawah 50 mg/100 gram. Tape singkong murni biasanya mengandung gula alami hasil pemecahan pati singkong menjadi gula sederhana, bukan gula tambahan.

Kandungan pati resisten yang cukup tinggi membuatnya lebih lambat menaikkan gula darah. Indeks glikemiknya masuk kategori rendah-sedang, jadi aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Tape singkong ini bisa menjadi pilihan sumber probiotik yang lebih murah dibandingkan dengan yogurt. Selama dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan tape singkong baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....