Paparan Asap Rokok Sebabkan Anak Alami Stunting
- 30 Agt 2025 21:58 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kebiasaan merokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok itu sendiri, tetapi juga dapat memberikan dampak yang sangat merugikan terutama bagi anak-anak yang berada di lingkungan tersebut. Pasalnya mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan pertumbuhan seperti stunting akibat paparan zat berbahaya dalam asap rokok.
Dikutip dari Kemenkes.go.id berdasarkan pada hasil riset dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia pada tahun 2018, penelitian menunjukkan bahwa balita yang tinggal bersama orang tua perokok memiliki berat badan rata-rata 1,5 kg lebih rendah dibandingkan dengan balita yang tinggal bersama orang tua non-perokok. Selain itu, riset tersebut mengungkapkan bahwa 5,5% balita yang tinggal dengan orang tua perokok memiliki kemungkinan lebih besar mengalami stunting.
Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Endang mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk mengalihkan pengeluaran mereka dan memprioritaskan kembali kebutuhan sehari-hari, bukan untuk membeli rokok. Menurut data dari Global Adult Tobacco Survey, rata-rata orang dewasa menghabiskan sekitar Rp382.000 per bulan untuk membeli rokok dalam sebuah keluarga.
Dana tersebut sebaiknya digunakan untuk membeli sumber protein hewani yang sangat penting bagi pertumbuhan anak agar terhindar dari stunting. "Jika ingin berperan dalam mencegah stunting, para orang tua sebaiknya berhenti merokok dan memanfaatkan uangnya untuk membeli protein hewani seperti telur,” ujar Endang.
Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Feni Fitriani Taufik, mengungkapkan bahwa di RS Persahabatan pernah dilakukan studi mengenai bayi yang lahir dari tiga kelompok berbeda, yaitu bayi yang ibunya tidak merokok, bayi dari ibu perokok pasif, dan bayi yang lahir dari ibu perokok aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikotin ditemukan pada plasenta bayi yang ibunya adalah perokok aktif maupun perokok pasif.
Saat lahir, bayi dari kedua kelompok tersebut memiliki panjang dan berat badan yang secara signifikan lebih kecil dibandingkan bayi yang lahir dari ibu yang tidak merokok.“Paparan asap rokok memberikan dampak negatif bukan hanya setelah bayi lahir, tetapi juga selama masa kehamilan yang sangat memengaruhi kondisi bayi,” ucap dr. Feni.
Dengan demikian, merokok akan selalu menimbulkan dampak negatif, bukan hanya pada perokok aktif tetapi juga perokok pasif. Dalam hal ini tentu orang tua harus sadar, jika ingin anaknya sehat maka berhentilah merokok. (Nana Ernawati/Pramitha)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....