Jangan Salah Pilih, Perbedaan Air Mineral dan Demineral

  • 27 Mei 2025 10:07 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Air menjadi satu kebutuhan utama bagi tubuh manusia. Kekurangan air bisa membuat tubuh mengalami dehidrasi yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.

Maka dari itu kita disarankan untuk minum 2 liter atau sebanyak 8 gelas air per hari. Air minum sangat mudah ditemukan di pasaran dalam bentuk kemasan dengan berbagai merek dan harga.

Namun ternyata air minum dalam kemasan itu berbeda jenisnya, ada air mineral dan air demineral. Sama-sama jernih dan menyegarkan, kedua air minum dalam kemasan ini mempunyai fungsi yang berbeda bagi tubuh manusia.

Mengutip dari akun Instagram @regainyouth, berikut perbedaan air mineral dan air demineral:

1. Air Mineral

Berbeda dengan air biasa, air mineral mengandung elektrolit alami seperti natrium (Na+), kalium (K+), magnesium (Mg2+), dan kalsium (Ca²+), yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan kondisi pasca aktivitas fisik. Air mineral memiliki peran yang sangat penting untuk recovery metabolik, hidrasi seluler, dan keseimbangan elektrolit. Fungsinya yaitu untuk mengembalikan cairan yang hilang (rehidrasi).

Air mineral juga sangat cocok diminum setelah olahraga. Saat berolahraga, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Keringat bukan hanya air, tetapi juga mengandung elektrolit, terutama natrium dan klorida. Air mineral membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, mempercepat pemulihan volume plasma.

Selain itu air mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium yang penting untuk yang berfungsi untuk kontraksi otot, impuls saraf, dan menghindari kram otot dan kelelahan.

2. Air Demineral

Air demineralisasi adalah air yang telah melalui proses penghilangan hampir seluruh kandungan mineral dan ion, seperti kalsium (Ca²+), magnesium (Mg2+), natrium (Na+), klorida (Cl), sulfat (SO42-), dan bikarbonat (HCO3). Proses ini bisa melalui distilasi, Reverse Osmosis (RO), dan Deionisasi (ion exchange resin). Air Demineral tidak mengandung natrium dan mineral lain. Karena air demineral bebas elektrolit, ia tidak memberikan kontribusi osmolalitas ke dalam tubuh saat diminum.

Air demineral juga memberikan efek diuretik ringan, terutama natrium. Minum air demineral dalam jumlah besar dapat memicu penurunan osmolalitas plasma, menyebabkan tubuh menyesuaikan dengan cara menurunkan sekresi ADH (antidiuretic hormone) sehingga terjadi peningkatan produksi urin.

Selain itu juga meningkatkan ekskresi natrium melalui urin (diuresis natrium) untuk menyeimbangkan kembali elektrolit dan volume cairan. Air demineral ini cocok diminum untuk Anda yang suka makan mie instan dan snack ringan yang banyak mengandung natrium.

Karena perbedaan fungsi dari kedua air minum dalam kemasan ini alangkah lebih baiknya untuk meneliti labelnya sebelum membeli. Memilih air dalam kemasan secara tepat akan memberikan manfaat lebih untuk tubuh saat diminum, disesuaikan dengan keperluan tubuh masing-masing.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....