Bakteri E. coli atau Escherichia coli, Manfaat dan Bahayanya
- 25 Apr 2025 12:03 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: E. coli atau Escherichia coli adalah sejenis bakteri berbentuk batang yang hidup normalnya di usus manusia dan hewan berdarah panas. Sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya, bahkan membantu dalam proses pencernaan, menghasilkan vitamin K2 untuk pembekuan darah dan baik untuk kesehatan tulang.
Namun menurut Indonesian Food Safety Institute (IFSI) di Website resmi: https://indonesianfoodsafety.org, beberapa jenis E. Coli tertentu berbahaya karena dapat menghasilkan racun dan menyebabkan penyakit serius, bahkan kematian apabila tidak segera dilakukan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa korban keracunan.
Jenis yang paling dikenal menyebabkan keracunan makanan adalah E. coli O157:H7 yang menghasilkan racun kuat bernama Shiga toxin (STEC). Jenis ini bisa menyebabkan diare berdarah, kram perut parah dan mual disertai muntah, bahkan gagal ginjal (Hemolytic Uremic Syndrome/HUS), terutama pada anak-anak dan lansia.
Bakteri E. Coli ini mudah menular, dan bisa menyebar melalui makanan mentah atau kurang matang, daging sapi giling, ayam, atau ikan yang tidak matang sempurna, susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi, dan sayur mentah yang terkontaminasi kotoran saat dipanen. Selain itu bisa juga melalui air minum yang tercemar, misalnya air dari sumur, sungai, atau ledeng tanpa pengolahan yang tepat.
Penyebab keracunan bakteri E coli lainnya terjadi karena adanya kontaminasi silang misalnya menggunakan pisau atau talenan yang sama untuk bahan mentah dan matang tanpa memperhatikan kebersihannya. Kemudian perilaku hidup sehat yang kurang diperhatikan, misalnya tidak membiasakan mencuci tangan setelah dari toilet, lalu menyentuh makanan, atau tidak mencuci tangan setelah kontak dengan hewan atau feses hewan biasanya bisa terjadi di peternakan atau saat bermain di alam.
Gejala Infeksi E. Coli ini biasanya muncul 1–10 hari setelah terpapar dengan gejala munculnya kram perut hebat, kemudian diare (bisa berdarah), disertai mual, muntah bahkan kadang dengan demam ringan dan jika parah menjadi tanda gagal ginjal (urin sedikit, pucat, lemas). Keracunan bakteri E coli bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, diantaranya memasak makanan hingga matang sempurna, menghindari konsumsi daging mentah/kurang matang, mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, menjaga kebersihan dapur dan alat masak, menyimpan makanan di suhu aman dan meminum air yang telah dimasak atau disaring dengan benar. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....