Manfaat 'Me time' dengan teman dekat
- 28 Jan 2025 19:55 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta : Salah satu cara yang efektif untuk mengembalikan semangat dan menyegarkan diri setelah bekerja adalah dengan melakukan 'me time'. 'Me time' adalah kesempatan untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan menikmati waktu sendiri, utamanya dengan teman dekat.
Dalam kesibukan rutinitas, seringkali melupakan pentingnya memberi perhatian pada diri sendiri. Ada berbagai cara untuk melakukan 'me time', seperti pergi ke salon, berolahraga, menonton film, atau berkumpul bersama teman-teman satu lingkaran.
Seperti yang diungkapkan dalam laman https://nakita. grid. id, berinteraksi dengan teman-teman akrab memiliki banyak manfaat. Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang membawa energi positif ke dalam hidup kita.
Salah satu keuntungan memiliki kehidupan sosial adalah dapat melindungi kita dari berbagai ancaman penyakit. Sebuah studi dari University of Exeter dan University of Queensland di Australia menunjukkan bahwa memiliki kehidupan sosial dapat melindungi kita dari penyakit ringan, seperti flu, hingga penyakit yang lebih serius, seperti stroke.
Penelitian dari Brigham Young University menemukan bahwa orang yang memiliki banyak koneksi sosial memiliki kemungkinan hidup lebih lama, bahkan hingga 50%. Selain itu, bersosialisasi bisa meningkatkan daya ingat kita.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2008 menunjukkan bahwa berbicara dengan orang lain selama 10 menit dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Interaksi dan komunikasi dengan orang lain adalah kegiatan yang dapat melatih otak, dan semakin sering kita berinteraksi, semakin baik pula kinerja otak kita.
Tidak ketinggalan, bertemu dengan orang lain dan berbagi pengalaman membuat merasa lebih bahagia. Kita pun akan memiliki teman untuk berbagi tawa atau membicarakan hal-hal pribadi yang sulit diungkapkan.
"Orang yang memiliki dukungan sosial umumnya lebih mampu menghadapi berbagai masalah dibandingkan dengan mereka yang merasa sendirian," ucap psikolog Clara Handayani, M. Psi, seperti yang dilansir dari Majalah Prevention Edisi
(Syurie Ariandani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....