Waspada Gondongan Mulai Merebak, Ketahui Gejala dan Pencegahannya
- 18 Nov 2024 15:47 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta : Gondongan kembali merebak di Indonesia, dilaporkan sejak awal tahun hingga 13 November 2024 secara nasional kasus gondongan sudah mencapai 6.593 suspek. Meskipun masih terkendali namun meningkatnya kasus gondongan ini menjadi perhatian, terutama di beberapa propinsi dengan kasus terbesar berurutan yaitu Jawa Timur,jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Mengutip dari www.kemenkes.go.id , Gondongan atau Mumps, dalam istilah medis dikenal sebagai parotitis epidemika, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Penyakit ini menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah terbesar yang terletak di dekat telinga, sehingga menyebabkan pembengkakan pada satu atau kedua sisi wajah. Gondongan ini pada umumnya menyerang anak-anak, tetapi pada kondisi tertentu juga dapat menyerang orang dewasa.
Gejala Gondongan bisa dikenali dan dilihat misalnya apabila ada pembengkakan di sekitar rahang atau pipi (kelenjar parotis membengkak), tubuh demam ringan hingga tinggi, nyeri saat mengunyah atau menelan, merasakan kelelahan dan sakit kepala dan penurunan nafsu makan. Gondongan ini menyebar melalui percikan cairan dari batuk atau bersin penderita dan kontak langsung dengan air
Gondongan pertama kali dideskripsikan secara tertulis oleh Hippokrates, seorang dokter Yunani kuno, pada abad ke-5 SM. Ia mencatat gejala pembengkakan kelenjar ludah yang khas pada beberapa pasien, yang kemungkinan besar adalah gondongan. Pada tahun 1934, dua ilmuwan bernama Claude D. Johnson dan Ernest W. Goodpasture berhasil mengisolasi virus penyebab gondongan dari air liur penderita, yaitu virus paramyxovirus. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam memahami penyakit ini.
Upaya pencegahan dengan Vaksin gondongan pertama kali dikembangkan pada tahun 1967 oleh seorang ahli virologi bernama Maurice Hilleman. Vaksin ini menjadi bagian dari kombinasi vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang sekarang digunakan secara luas untuk mencegah gondongan. Jadi, meskipun penyakit gondongan telah dikenal sejak zaman kuno, pemahaman modern tentang agen penyebab dan pencegahannya baru berkembang pada abad ke-20.
Meskipun Gondongan tergolong penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri, tetapi dalam beberapa kasus, terutama jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius khusunya bagi pasien dewasa beberapa komplikasi yan mungkin terjadi diantaranya Orkitis (Peradangan Testis) , Ooforitis (Peradangan Ovarium), Pankreatitis (Peradangan Pankreas) dll. Virus gondongan dapat menyerang membran yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan Meningitis Virus namun biasanya sembuh sendiri tanpa efek jangka panjang. (Wiwik Martani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....