Rahasia Kecil di Balik Aroma Tanah

  • 03 Okt 2026 13:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ada aroma khas yang sering muncul sesaat setelah hujan turun, terutama ketika tanah sebelumnya cukup lama kering. Bau yang terasa segar, sedikit lembap, dan begitu akrab itu bukan sekadar perasaan, tetapi berkaitan dengan senyawa alami yang ada di dalam tanah. Salah satu senyawa yang berperan adalah geosmin, yang oleh BRIN dijelaskan sebagai senyawa yang menghasilkan aroma tanah dan kerap tercium setelah hujan.

Menariknya, aroma tersebut tidak benar-benar berasal dari air hujan saja. Ketika tetesan hujan mengenai permukaan tanah, senyawa yang berada di tanah dapat terbawa dan tersebar ke udara sehingga hidung kita menangkap aroma khas tersebut. Tanah sendiri merupakan lingkungan yang dihuni berbagai mikroorganisme, sehingga kehidupan yang berlangsung di dalamnya ikut berperan dalam munculnya beragam senyawa alami.

Dilansir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat 2 Oktober 2026, geosmin disebut sebagai aroma tanah yang sering tercium setelah hujan, sementara berbagai publikasi Kementerian Pertanian juga menunjukkan bahwa tanah memiliki hubungan erat dengan air, kelembapan, mikroorganisme, dan kondisi lingkungan. Informasi dari Kementerian Pertanian melalui sistem Si-PERDITAN bahkan menggunakan ketersediaan air tanah dan data curah hujan sebagai bagian penting dalam pemantauan kondisi pertanian.

Itulah sebabnya bau tanah setelah hujan bisa terasa begitu kuat dan khas, terutama setelah periode panas atau kering. Bagi sebagian orang, aroma tersebut bahkan terasa seperti membawa kembali kenangan masa kecil: bermain di halaman, berjalan tanpa alas kaki, atau menikmati udara sejuk setelah hujan. Sederhana memang, tetapi dari aroma kecil itu kita sebenarnya sedang mencium salah satu tanda bahwa tanah menyimpan kehidupan yang cukup kompleks.

Pada akhirnya, aroma tanah setelah hujan mengingatkan kita bahwa alam bekerja melalui banyak proses kecil yang sering luput dari perhatian. Di balik bau yang hanya bertahan sebentar, terdapat interaksi antara tanah, air, mikroorganisme, dan udara yang membuat suasana setelah hujan terasa berbeda. Jadi, ketika aroma tanah kembali tercium, mungkin ada baiknya berhenti sejenak dan menikmati “parfum alami” yang muncul dari bumi tersebut. (Bayuadi_LPU)

Referensi: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Pertanian RI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....