Nana Sunar Sasih dari Indonesia Raih The Best Paper ICLE 2026 di Bali

  • 30 Sep 2026 19:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO. ID, Surakarta - Nana Sunar Sasih, S.Sn., M.Pd., perwakilan Indonesia dari Surakarta, meraih penghargaan The Best Paper dalam International Conference on Leadership in Education (ICLE) 2026 yang berlangsung di Bali pada 26–27 September 2026. Penghargaan tersebut diberikan Geist International Foundation, atas karya ilmiahnya berjudul “NLD-5T: A Five-Stage AI-Supported Learning Design Model for Preserving Learner Epistemic Agency.”

Karya tersebut dipresentasikan Nana dalam sesi Oral Presentation di Room 1 ICLE 2026 pada 26 September 2026. Dalam agenda konferensi, Nana tercatat sebagai presenter dari Indonesia bersama akademisi dan peneliti dari sejumlah negara, di antaranya Bangladesh, Vietnam, dan Bahrain.

Model NLD-5T mengusung desain pembelajaran lima tahap yang memanfaatkan dukungan Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar. Model tersebut tetap menempatkan learner epistemic agency, atau kemampuan peserta didik untuk berperan aktif dalam membangun dan mempertanggungjawabkan pengetahuannya, sebagai bagian penting dalam pembelajaran.

Kehadiran NLD-5T menjadi bagian dari diskusi internasional mengenai pemanfaatan AI dan teknologi dalam pendidikan. Dalam sesi yang sama, sejumlah karya lain membahas teknologi AI untuk pembelajaran berkelanjutan, sikap mahasiswa terhadap AI dalam pembelajaran, hingga pemanfaatan AI untuk pendidikan warisan budaya dan kewargaan global.

ICLE 2026 mempertemukan akademisi, pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara melalui rangkaian keynote, plenary session, oral presentation, panel discussion, dan principal's roundtable. Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Dr. Laxman Gnwali, Dr. Nabin Thakur dari India, Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini dari Indonesia, serta Assoc. Prof. Dr. Ir. Berlian Al Kindhi dari Indonesia.

Selain Nana, sejumlah peneliti dan pendidik Indonesia turut mempresentasikan karya dalam konferensi tersebut. Di antaranya Ika Desi Budiarti dari SMA Negeri 2 Abiansemal Badung Bali, Vellani Ruth Hanaya Sidauruk, serta Anang dari SMAN 3 Sukabumi yang mengangkat tema lingkungan, kebijakan pembelajaran bahasa Inggris, dan pemanfaatan lagu Sunda dalam pembelajaran.

Pada hari kedua, Assoc. Prof. Yudi Agusta, Ph.D. dari Indonesia hadir sebagai keynote speaker dengan topik “AI-Enhanced Education: A Catalyst for Global Citizenship.” Berbagai presentasi lainnya membahas isu sustainability, educational leadership, student well-being, climate change, serta transformasi pendidikan.

Perolehan The Best Paper melalui NLD-5T menjadi bagian dari perjalanan pengembangan gagasan pembelajaran berbasis AI dari Indonesia dalam forum internasional.

"Capaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan inovasi desain pembelajaran dari Indonesia yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan global, " ucapnya usai menerima penghargaan. ( Indah )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....