Kenapa Mata Mengeluarkan Belek? Ini Proses dan Penyebabnya

  • 29 Sep 2026 10:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Belek atau kotoran mata merupakan sesuatu yang umum ditemukan, terutama ketika seseorang baru bangun tidur. Meski sering dianggap sebagai kotoran biasa, belek sebenarnya berkaitan dengan mekanisme alami mata dalam menjaga permukaannya tetap bersih dan terlindungi.

Salah satu penyebab belek berlebihan adalah konjungtivitis, yaitu peradangan pada konjungtiva, selaput yang melapisi bagian depan mata dan bagian dalam kelopak mata. Penelitian Vitaloka, Ningrum, dan Sedani dalam Aesculapius Medical Journal (2024) menjelaskan bahwa konjungtivitis dapat terjadi akibat invasi mikroorganisme maupun respons imun. Kondisi ini dapat disertai berbagai keluhan pada mata, termasuk keluarnya sekret atau cairan dari mata.

Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, maupun iritasi. Gejala konjungtivitis dapat bervariasi, mulai dari mata merah dan berair hingga munculnya sekret yang lebih kental atau bernanah pada kondisi tertentu. Pada konjungtivitis infeksi, virus dan bakteri merupakan penyebab yang sering ditemukan.

Mata terus menghasilkan air mata untuk menjaga permukaan bola mata tetap lembap. Air mata tersebut kemudian bercampur dengan lendir atau mukus, sel-sel permukaan mata yang sudah terlepas, minyak dari kelenjar di sekitar kelopak, serta berbagai partikel kecil yang menempel di permukaan mata. Ketika seseorang tidur dan jarang berkedip, campuran tersebut dapat terkumpul di sudut mata dan mengering sehingga tampak sebagai belek.

Dalam kondisi normal, belek biasanya berjumlah sedikit dan berwarna putih atau agak kekuningan. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit. Namun, perubahan jumlah, warna, dan konsistensi kotoran mata dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada permukaan mata.

Jenis belek juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi yang sedang terjadi. Belek yang lebih encer atau disertai mata berair dapat muncul pada beberapa kondisi, termasuk iritasi dan konjungtivitis virus. Sementara itu, sekret yang lebih kental dan bernanah lebih sering ditemukan pada kondisi yang melibatkan infeksi bakteri.

Selain infeksi, alergi juga dapat membuat mata mengeluarkan sekret. Orang dengan konjungtivitis alergi mengalami mata merah dan sekret serosa. Hal ini menunjukkan bahwa munculnya kotoran mata tidak selalu berarti mata terkena infeksi bakteri.

Kebersihan tangan dan kebiasaan menyentuh mata juga perlu diperhatikan. Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dapat menular melalui kontak dengan sekret mata maupun benda yang telah terkontaminasi. Karena itu, mencuci tangan dan menghindari penggunaan bersama handuk atau perlengkapan pribadi dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Belek yang muncul sesekali, terutama setelah tidur, umumnya merupakan bagian dari proses alami pembersihan mata. Namun, jika belek keluar dalam jumlah banyak, berulang, menjadi sangat kental atau bernanah, serta disertai mata merah, nyeri, bengkak, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan terganggu, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Dengan demikian, belek bukan sekadar kotoran yang menempel di sudut mata. Pembentukannya merupakan hasil dari campuran air mata, mukus, sel permukaan mata, dan berbagai material yang terkumpul ketika mata tidak berkedip, terutama saat tidur. Perubahan karakter belek dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada mata, sehingga penting memperhatikan gejala lain yang menyertainya. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....