Selimut Bukan Sekadar Penghangat Tubuh

  • 30 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Selimut merupakan salah satu perlengkapan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Benda berbahan kain ini biasanya digunakan ketika tidur, beristirahat, bepergian, atau saat tubuh membutuhkan perlindungan dari udara dingin. Secara sederhana, fungsi utama selimut adalah membantu mempertahankan kehangatan tubuh dengan mengurangi pelepasan panas ke lingkungan. Namun, perkembangan kebutuhan manusia membuat fungsi selimut tidak lagi terbatas untuk digunakan di tempat tidur.

Dalam kondisi tertentu, selimut bahkan dapat memiliki fungsi yang lebih penting. Penelitian Ningrum, Anam, Mujito, dan Abiddin dalam Jurnal Kesehatan Mesencephalon (2021) membahas pengembangan emergency stretcher blanket, yaitu selimut yang dirancang sekaligus untuk membantu proses evakuasi korban trauma. Produk tersebut dikembangkan untuk menjaga suhu tubuh korban tetap optimal selama proses pemindahan dari lokasi kejadian menuju ambulans atau rumah sakit.

Tubuh manusia terus menghasilkan panas. Ketika berada di lingkungan yang dingin, panas tubuh dapat lebih cepat berpindah ke lingkungan sehingga tubuh terasa kedinginan. Selimut membantu membuat lapisan penghalang di sekitar tubuh sehingga kehilangan panas dapat dikurangi. Karena itu, ketebalan, jenis bahan, serta kemampuan kain dalam mempertahankan udara di antara serat menjadi beberapa faktor yang memengaruhi rasa hangat.

Selimut yang nyaman tidak selalu berarti selimut yang paling tebal. Bahan yang terlalu tebal dapat terasa berat dan membuat tubuh kurang nyaman, terutama ketika digunakan untuk tidur. Sebaliknya, selimut dengan bahan yang sesuai dapat memberikan rasa hangat tanpa membuat penggunanya merasa terlalu terbebani. Dengan demikian, pemilihan selimut sebaiknya disesuaikan dengan suhu lingkungan, kebutuhan penggunaan, serta karakter bahan.

Penggunaan selimut dapat disesuaikan dengan kondisi. Di rumah, selimut umumnya digunakan untuk tidur atau beristirahat. Dalam perjalanan, selimut dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan ketika suhu udara rendah. Sementara itu, dalam situasi darurat, selimut dapat dikembangkan menjadi bagian dari peralatan pertolongan.

Selimut dapat dirancang dengan fungsi yang lebih luas. Emergency stretcher blanket tidak hanya ditujukan untuk memberikan kehangatan, tetapi juga dirancang agar dapat digunakan untuk membantu membawa korban dengan tandu. Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa desain selimut dapat disesuaikan dengan kebutuhan tertentu, termasuk kebutuhan keselamatan dan penanganan korban trauma.

Saat memilih selimut, kenyamanan sebaiknya menjadi pertimbangan utama. Ukuran selimut harus cukup untuk menutupi tubuh dengan baik. Bahan juga perlu diperhatikan karena setiap jenis kain memberikan sensasi berbeda ketika bersentuhan dengan kulit.

Untuk penggunaan sehari-hari, selimut yang mudah dicuci dan cepat kering dapat menjadi pilihan praktis. Selimut yang terlalu sulit dirawat justru berpotensi jarang dicuci sehingga kebersihannya kurang terjaga. Selain itu, penggunaan selimut secara terus-menerus membuat kain bersentuhan dengan keringat, debu, dan berbagai kotoran dari lingkungan.

Jika selimut digunakan untuk kebutuhan khusus, pertimbangannya tentu berbeda. Pada kondisi darurat, misalnya, desain tidak hanya memperhatikan kenyamanan, tetapi juga kemudahan penggunaan dan kemampuan mempertahankan suhu tubuh. Hal tersebut terlihat pada penelitian tentang emergency stretcher blanket yang mengembangkan selimut dengan fungsi tambahan untuk mendukung proses evakuasi korban trauma.

Perkembangan teknologi juga membuat selimut dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih fungsional. Selimut tidak lagi hanya berupa kain berukuran besar, tetapi dapat dirancang sesuai kebutuhan tertentu. Salah satu contohnya adalah selimut yang digunakan dalam penanganan kondisi tubuh yang mengalami penurunan suhu.

Selimut yang digunakan setiap hari sebaiknya dicuci secara berkala. Cara pencucian perlu mengikuti petunjuk perawatan yang terdapat pada label karena setiap bahan memiliki karakter berbeda. Selimut juga sebaiknya dikeringkan hingga benar-benar tidak lembap sebelum disimpan atau digunakan kembali.

Penyimpanan juga perlu diperhatikan. Selimut yang telah bersih dan kering sebaiknya disimpan di tempat yang tidak lembap serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Perawatan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kondisi selimut dalam jangka panjang. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....