Alasan Kenapa Anak Kucing dalam Satu Kelahiran Berbeda Warna
- 30 Agt 2026 13:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Seekor induk kucing melahirkan beberapa anak dengan warna bulu yang berbeda. Ada yang hitam, putih, abu-abu, belang, bahkan memiliki kombinasi beberapa warna. Kondisi seperti ini sebenarnya normal. Perbedaan warna bulu pada anak kucing berkaitan dengan faktor genetik dan proses pembentukan pola warna sejak masih berada di dalam kandungan.
Warna bulu kucing tidak muncul secara kebetulan. Ada proses biologis yang mengatur bagaimana warna dan pola terbentuk pada tubuh kucing. Penelitian Kaelin, McGowan, dan Barsh (2021) dalam jurnal Nature Communications menjelaskan bahwa pola warna kucing mulai terbentuk sejak perkembangan kulit ketika masih menjadi janin. Peneliti menemukan adanya pola tertentu pada kulit janin yang kemudian berkembang menjadi pola warna bulu setelah kucing lahir.
Anak kucing mendapatkan gen dari induk jantan dan induk betina. Meskipun lahir dari induk yang sama, setiap anak dapat menerima kombinasi gen yang berbeda. Perbedaan kombinasi inilah yang dapat membuat warna atau pola bulu saudara sekandung tidak selalu sama.
Sebagai contoh, dalam satu kelahiran bisa saja terdapat anak kucing dengan warna dasar gelap dan anak lainnya memiliki warna lebih terang atau pola belang. Jadi, tidak berarti semua anak kucing harus mempunyai warna yang sama dengan induknya.
Menariknya, perbedaan pola bulu ternyata mulai dipersiapkan sebelum anak kucing lahir. Jaringan kulit janin kucing dan menemukan adanya perubahan pada lapisan kulit yang berkaitan dengan pembentukan pola warna. Proses tersebut terjadi sebelum folikel rambut berkembang sepenuhnya.
Gen bernama Dkk4 berperan penting dalam pembentukan pola warna. Gen ini membantu mengatur bagian-bagian kulit yang nantinya dapat menghasilkan pola bulu tertentu. Perubahan pada gen tersebut dapat menyebabkan variasi pola warna pada kucing.
Itulah sebabnya pola seperti belang atau garis pada kucing tidak muncul secara tiba-tiba setelah lahir. Pola tersebut sudah mulai ditentukan ketika tubuh anak kucing masih berkembang di dalam kandungan.
Walaupun berasal dari induk yang sama, setiap anak kucing mempunyai kombinasi gen yang berbeda. Karena gen ikut menentukan bagaimana warna dan pola bulu terbentuk, perbedaan kombinasi tersebut dapat menghasilkan penampilan yang berbeda pula.
Jadi, jika dalam satu kelahiran terdapat anak kucing berwarna hitam, putih, abu-abu, atau belang, hal tersebut merupakan bagian dari variasi genetik yang normal. Perbedaan tersebut justru menunjukkan bahwa proses pewarisan sifat pada kucing menghasilkan banyak variasi.
Perbedaan antara anak kucing tidak hanya terlihat dari warna dasar bulunya. Pola seperti garis, belang, atau bagian tubuh yang memiliki warna berbeda juga dapat muncul. Pembentukan pola tersebut berkaitan dengan proses perkembangan kulit dan aktivitas gen selama kucing masih berada dalam kandungan.
Dengan demikian, warna dan pola bulu anak kucing merupakan hasil dari proses yang cukup kompleks. Gen memberikan informasi mengenai karakter warna dan pola, kemudian informasi tersebut diwujudkan melalui proses perkembangan tubuh.
Perbedaan warna anak kucing dalam satu kelahiran adalah hal yang wajar. Setiap anak mendapatkan kombinasi gen dari kedua induknya sehingga penampilan mereka tidak harus sama. Jadi, ketika satu induk kucing melahirkan anak-anak dengan warna yang berbeda, tidak perlu heran. Perbedaan tersebut merupakan salah satu contoh menarik bagaimana gen dan proses perkembangan tubuh bekerja untuk menghasilkan keanekaragaman pada kucing. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....