Qualcomm Akan Naikkan Harga Prosesor Ponsel Pintar

  • 28 Jul 2026 02:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Qualcomm akan menaikkan harga prosesor utama untuk ponsel pintar mulai 1 September 2026. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Bloomberg, kenaikan harga tersebut mencapai kisaran dua digit dalam persentase sebagai dampak dari tekanan yang terus berlangsung pada rantai pasokan semikonduktor.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu menyebut meningkatnya biaya pengadaan komponen membuat beban operasional semakin tinggi. Selama ini Qualcomm berupaya menekan kenaikan harga dari mitra manufaktur dan mencari alternatif pengadaan, namun langkah tersebut dinilai tidak lagi cukup untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Selain gangguan rantai pasokan, tingginya permintaan terhadap chip dan memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) juga memperketat kapasitas produksi global. Kondisi ini menyebabkan pasokan komponen bagi industri elektronik, termasuk ponsel pintar, menjadi semakin terbatas.

Sebagai salah satu pemasok utama bagi produsen seperti Samsung, Xiaomi, dan Meta, kenaikan harga prosesor Qualcomm diperkirakan akan berdampak pada harga jual berbagai perangkat elektronik. Tidak hanya ponsel pintar, tetapi juga tablet, notebook, dan perangkat wearable berpotensi mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Dampak paling besar diperkirakan akan dirasakan pada segmen ponsel pintar kelas menengah ke bawah. Berdasarkan analisis Omdia, biaya komponen RAM dan penyimpanan internal kini menyumbang sekitar 60 persen dari total biaya produksi perangkat kelas bawah. Setahun sebelumnya, porsinya masih sekitar sepertiga dari keseluruhan biaya.

Kondisi tersebut membuat produsen menghadapi pilihan yang tidak mudah, yakni memangkas spesifikasi pada layar, kamera, maupun prosesor untuk menekan biaya produksi atau menaikkan harga jual kepada konsumen. Model ponsel dengan harga hingga sekitar 400 dolar AS menjadi segmen yang paling terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....