Wayang Pahlawan Dirancang Tanamkan Nasionalisme Pelajar Sejak Dini

  • 08 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta merancang karakter wayang pahlawan Indonesia sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar. Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026, menurut rilisnya Selasa 7 Juli 2026.

Kegiatan yang dikelola Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu akan menghasilkan sejumlah luaran, salah satunya pertunjukan wayang climen yang menampilkan karakter tokoh pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Tim pengabdian yang diketuai Agung Purnomo bersama Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso mengusung tema Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Lewat Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng Sanggar Omah Wayang Mas Kamto di Kartasura sebagai mitra. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian seni tradisi sekaligus mengoptimalkan hasil program.

Pembahasan perancangan cerita lakon dan karakter wayang bertema kepahlawanan digelar di Ruang Animasi Manual Lantai I Gedung V Jurusan Desain Kampus Mojosongo FSRD ISI Surakarta. Kegiatan itu diikuti tim dosen, mahasiswa, serta mitra sanggar.

Ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Tri Haryoko, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, inovasi itu sejalan dengan upaya pelestarian wayang kulit sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

"Kegiatan ini sangat mendukung upaya pelestarian wayang kulit. Karakter wayang yang mengangkat tokoh pahlawan Indonesia dapat menjadi media alternatif untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pelajar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim PISN FSRD ISI Surakarta, Agung Purnomo, mengatakan program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat keberadaan sanggar seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

"Kegiatan hibah ini juga bermanfaat agar keberadaan sanggar seni dapat selalu eksis dan berkembang di tengah gelombang modernisasi," katanya.

Ia menambahkan, tahapan lanjutan berupa pelatihan media promosi, publikasi, serta berbagai luaran lainnya akan terus dioptimalkan guna mendukung keberlanjutan program. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....