ISEI dan BI Dorong Ketahanan Pangan Lewat Kolaborasi
- 28 Jun 2026 16:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bersama Bank Indonesia (BI) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kuliah umum bertema Program Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Pemerintah di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Sabtu 27 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri PP ISEI, Dr. Aviliani, mengatakan pihaknya terus mencari model pemberdayaan yang terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
"Pagi ini kami berkesempatan mengunjungi langsung wilayah binaan petani. Kami ingin mencari model-model yang terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat diterapkan di daerah lain," ujarnya.
Menurutnya, berbagai praktik baik di sejumlah daerah harus direplikasi secara luas agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, seluruh praktik baik yang ditemukan di berbagai daerah tidak berhenti sebagai studi lapangan, tetapi dapat direplikasi secara luas sehingga memberikan dampak nyata terhadap pengurangan kemiskinan," katanya.
Ia menambahkan, ISEI memiliki peran strategis sebagai wadah yang mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, sektor perbankan, hingga masyarakat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan UMKM.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama stabilitas ekonomi nasional. Bank Indonesia tidak hanya berperan menjaga stabilitas nilai rupiah, tetapi juga aktif mendorong penguatan ekonomi daerah melalui 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia," ucapnya.
Dalam paparannya, Destry menyebut pengendalian inflasi tidak cukup mengandalkan kebijakan moneter, tetapi juga membutuhkan penguatan produksi, distribusi, dan produktivitas sektor pangan melalui sinergi lintas sektor.
Kuliah umum tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua FG Pertanian dan Kehutanan Bidang IV PP ISEI Prof. Dr. Bustanul Arifin, CEO Komsah Group dr. Philip Avianto, serta Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti. Kegiatan itu diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....