Mengapa Rumput Tetap Bisa Tumbuh meski Tidak Ditanam

  • 28 Jun 2026 22:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Rumput merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari halaman rumah, tepi jalan, lahan kosong, hingga sela-sela trotoar. Menariknya, rumput sering kali muncul tanpa pernah sengaja ditanam oleh manusia. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa rumput dapat tumbuh sendiri bahkan di lokasi yang tampak tandus.

Berdasarkan Jurnal Online Uniska BJM (2025) karya Prastia dan kawan, fenomena tersebut sebenarnya berkaitan dengan kemampuan adaptasi rumput yang sangat tinggi. Berbagai jenis rumput memiliki strategi reproduksi dan penyebaran yang membuatnya mampu bertahan pada beragam kondisi lingkungan.

Salah satu alasan utama rumput dapat tumbuh tanpa ditanam adalah penyebaran benih yang sangat luas. Benih rumput dapat terbawa oleh angin, air hujan, hewan, maupun aktivitas manusia. Ketika benih jatuh pada tanah yang cukup lembap dan memperoleh cahaya matahari, proses perkecambahan dapat segera berlangsung.

Sebagian benih rumput juga mampu bertahan dalam tanah selama waktu yang cukup lama. Ketika kondisi lingkungan kembali mendukung, benih tersebut akan berkecambah secara alami.

Rumput dikenal sebagai tumbuhan yang mampu hidup pada berbagai kondisi tanah, mulai dari tanah subur hingga lahan yang kurang baik. Sistem perakarannya yang serabut membuat rumput mampu menyerap air dan unsur hara secara efisien.

Penelitian mengenai pertumbuhan rumput menunjukkan bahwa tanaman rumput memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang beragam. Faktor seperti akar yang kuat, pertumbuhan anakan, dan kemampuan memanfaatkan unsur hara membantu rumput tetap tumbuh pada berbagai kondisi lahan.

Tidak semua rumput bergantung pada biji. Beberapa jenis rumput mampu berkembang melalui stolon atau rimpang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Bagian akar atau batang yang tertinggal setelah dipotong dapat kembali menghasilkan tunas baru.

Inilah sebabnya rumput sering muncul kembali meskipun telah dicabut atau dibersihkan. Selama masih terdapat bagian akar yang hidup di dalam tanah, pertumbuhan baru masih dapat terjadi.

Setelah hujan turun, lahan kosong yang sebelumnya kering sering kali berubah menjadi hijau dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena benih-benih rumput yang berada di dalam tanah memperoleh kelembapan yang dibutuhkan untuk berkecambah. Rumput juga memiliki kemampuan pertumbuhan yang relatif cepat. Dalam beberapa hari setelah mendapatkan air yang cukup, tunas baru dapat mulai muncul di permukaan tanah.

Beberapa jenis rumput sanggup bertahan pada kondisi panas, kekeringan, bahkan tanah yang memiliki kualitas kurang baik. Tanaman ini tetap dapat tumbuh melalui penyesuaian sistem akar dan produksi anakan pada lingkungan yang kurang ideal. Kemampuan tersebut membuat rumput sering menjadi vegetasi pertama yang muncul pada lahan terbuka, bekas bangunan, atau tanah yang lama tidak dikelola.

Rumput dapat tumbuh tanpa ditanam karena memiliki benih yang mudah menyebar, kemampuan adaptasi yang tinggi, sistem akar yang kuat, serta kemampuan berkembang melalui rimpang atau tunas. Faktor-faktor tersebut membuat rumput mampu muncul secara alami di berbagai tempat, bahkan pada lahan yang jarang dirawat. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....