Fakta Menarik Telur Asin Miliki Keunikan yang Jarang Diketahui

  • 27 Jun 2026 02:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Telur asin merupakan salah satu pangan tradisional Indonesia yang telah lama menjadi favorit masyarakat. Makanan berbahan dasar telur bebek ini dikenal memiliki cita rasa gurih, tekstur khas, dan daya simpan yang lebih lama dibandingkan telur segar.

Berdasarkan jurnal Galung Tropika (2021) berjudul Kualitas Fisik dan Organoleptik Telur Asin dari Berbagai Jenis Telur Unggas menunjukkan perbedaan. Di balik popularitasnya telur asin menyimpan berbagai fakta menarik yang belum banyak diketahui.

1. Sering Menggunakan Telur Bebek Sebagai Bahan Utama

Sebagian besar telur asin dibuat dari telur bebek. Hal ini bukan tanpa alasan. Telur itik memiliki kandungan lemak pada kuning telur yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam. Kandungan tersebut membuat kuning telur menjadi lebih berminyak, gurih, dan bertekstur lembut setelah proses pengasinan.

Karakteristik inilah yang menghasilkan kuning telur asin yang sering disebut masir atau berpasir ketika dimakan. Sementara itu, bagian putih telur cenderung memiliki rasa yang lebih asin karena penyerapan garam yang lebih tinggi.

2. Proses Pengansinan Bukan Sekedar Menambah Rasa

Garam pada telur asin tidak hanya berfungsi sebagai pemberi rasa asin. Garam bekerja melalui proses osmosis yang membuat kadar air dalam telur berkurang sehingga pertumbuhan mikroorganisme dapat ditekan. Dengan demikian, telur asin memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan telur segar. Teknologi pengasinan ini telah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun sebagai metode pengawetan alami.

3. Telur Unggas Menhasilkan Kualitas TelurAsin yang Beragam

Jenis telur yang digunakan dapat memengaruhi warna, tekstur, rasa, dan tingkat penerimaan konsumen. Perbedaan karakteristik telur asal unggas menyebabkan kualitas telur asin yang dihasilkan juga berbeda. Karena itu, pemilihan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam pembuatan telur asin berkualitas tinggi salah satunya dari telur bebek.

4. Proses PembuatanTelur Asin Mengalami Inovasi

Saat ini telur asin tidak lagi hanya dibuat dengan garam. Berbagai penelitian di Indonesia mencoba menambahkan bahan alami seperti bawang putih, cabai, maupun rempah-rempah untuk menciptakan cita rasa baru. Penambahan bahan tertentu dapat meningkatkan kandungan protein atau memberikan aroma yang lebih menarik bagi konsumen.

5. Lama Pemeraman Mempengaruhi Rasa

Semakin lama proses pemeraman, semakin banyak garam yang masuk ke dalam telur. Hal ini memengaruhi tingkat keasinan, tekstur, serta warna kuning telur. Produsen biasanya menyesuaikan lama pemeraman agar menghasilkan rasa yang disukai konsumen tanpa membuat telur terlalu asin.

6. Warna Kuning Telur Menjadi Indikator Kualitas

Kuning telur yang berwarna oranye cerah dan tampak berminyak sering dianggap sebagai ciri telur asin berkualitas baik. Warna tersebut dipengaruhi oleh kualitas pakan bebek, kandungan pigmen alami, dan proses pengasinan. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....