Bantu Warga Mandiri Secara Ekonomi, Dosen UNS Latih Komunitas Seni di Gunung Kidul
- 16 Jun 2026 18:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Ketergantungan ekonomi di wilayah pedesaan kini terus dikurangi melalui pemanfaatan industri kreatif yang ramah lingkungan. Guna membantu kaum perempuan agar bisa menopang keuangan keluarga, tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan kain jumputan bagi komunitas seni di Kabupaten Gunung Kidul agar mereka bisa membuka usaha secara mandiri.
Ketua Research Group Sejarah Kebudayaan UNS, Dr. Asti Kurniawati menegaskan, pelatihan ini sangat penting untuk membangun ekonomi keluarga langsung dari rumah. "Kami ingin mengubah kegiatan seni di desa menjadi peluang bisnis, sehingga ibu-ibu di sini punya keterampilan nyata yang bisa menambah penghasilan keluarga secara mandiri," ucap Asti di sela kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, Kamis 11 Juni 2026.
Pelatihan yang menyasar para pengurus dan orang tua murid di Sanggar Seni Tresna Budaya ini dipelopori langsung oleh tim dosen dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS. Kehadiran para pendidik asal Solo ini menjadi bukti nyata kepedulian kampus dalam membagikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Para pengurus dan orang tua murid di Sanggar Seni Tresna Budaya saat mengikuti pelatihan pembuatan kain jumputan oleh tim dari UNS. (Foto: dok. FIB UNS)
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan aturan tersebut, perguruan tinggi memang memiliki tugas untuk membagikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara langsung kepada warga demi kemajuan desa.
Agar hasil karya warga nantinya layak dijual dan diminati pasar modern, UNS menghadirkan Dr. Dyah Yuni Kurniawati, dosen dari Program Studi Seni Rupa Murni UNS sebagai narasumber. Dalam sesi awal, ia menjelaskan cara mengenali motif kain, teknik pewarnaan yang baik, hingga cara menghitung modal dan harga jual agar warga bisa mendulang untung.
Setelah mendengarkan penjelasan, para peserta langsung diajak mempraktikkan metode pembuatan kain jumputan. Meskipun kerajinan ini merupakan hal baru bagi mereka, warga terlihat sangat bersemangat memadukan warna hingga berhasil menyulap kain polos menjadi kain bermotif indah yang siap dijual.
Melalui bekal keterampilan baru ini, program kerja sama dari kampus UNS diharapkan tidak berhenti sebagai acara formalitas saja. Keterampilan membuat kain jumputan ini ditargetkan bisa menjadi awal berdirinya usaha kecil yang mandiri, sehingga warga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri di masa depan. (Dinar Rusydiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....