Memahami Algoritma Media Sosial
- 31 Mei 2026 11:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua pengguna memahami bahwa konten yang muncul di beranda sebenarnya diatur oleh sistem algoritma yang bekerja di balik layar. Algoritma inilah yang menentukan video, foto, atau informasi apa yang dianggap paling relevan bagi setiap pengguna.
Secara sederhana, algoritma media sosial bekerja dengan membaca perilaku pengguna. Setiap klik, tanda suka, komentar, durasi menonton, hingga akun yang diikuti akan direkam sebagai data. Dari data tersebut, platform kemudian menyusun rekomendasi konten yang dinilai mampu mempertahankan perhatian pengguna lebih lama.
Fenomena ini membuat setiap orang memiliki pengalaman media sosial yang berbeda. Dua pengguna yang membuka platform yang sama bisa saja menerima informasi yang sangat berbeda karena algoritma menyesuaikan konten berdasarkan kebiasaan masing-masing.
Penelitian yang dilakukan oleh Rudi Rahman, Abdullah Mitrin, Putri Azizah, Vita Amelia, dan Risa Amalia dalam jurnal Pustaka Karya: Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2025 menemukan bahwa algoritma media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi informasi generasi Z. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana sistem rekomendasi membuat pengguna lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan minat dan preferensinya.
Di sisi lain, kemudahan personalisasi ini juga memiliki konsekuensi. Pengguna berpotensi terjebak dalam ruang informasi yang sempit atau dikenal sebagai filter bubble. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih sering berinteraksi dengan pandangan yang serupa dan semakin jarang menemukan perspektif berbeda.
Pandangan serupa disampaikan Devie Rahmawati dari Universitas Indonesia dalam artikel ilmiah Jurnal Kajian Lemhanas RI tahun 2018. Menurut Rahmawati, algoritma media sosial dapat menciptakan fragmentasi informasi yang berujung pada polarisasi sosial karena pengguna cenderung berada dalam lingkaran informasi yang sejalan dengan keyakinannya.
Karena itu, memahami cara kerja algoritma menjadi keterampilan penting di era digital. Pengguna perlu lebih kritis dalam mengonsumsi informasi, tidak hanya mengandalkan rekomendasi sistem.Dengan kebiasaan memverifikasi sumber dan membuka diri terhadap berbagai sudut pandang, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana informasi yang lebih sehat dan berimbang. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....