Mengapa Sepatu Mahal Cepat Rusak?
- 30 Mei 2026 17:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang mengira harga mahal selalu menjamin sepatu lebih awet. Faktanya, tidak sedikit sepatu premium yang justru mengalami kerusakan lebih cepat dari perkiraan. Sol yang mulai terlepas, bahan yang mengelupas, atau jahitan yang rusak bisa terjadi meski harga sepatu mencapai jutaan rupiah. Kondisi ini sering membuat konsumen bertanya-tanya, mengapa sepatu mahal bisa cepat rusak?
Mengutip Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui BPIPI dan SKKNI Industri Alas Kaki. Minggu (30 Mei 2026 salah satu penyebab utamanya adalah cara penggunaan dan perawatan yang kurang tepat. Sepatu yang sering terkena air, disimpan dalam kondisi lembap, atau digunakan melebihi fungsi desainnya akan mengalami penurunan kualitas lebih cepat. Selain itu, setiap jenis bahan memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan perawatan khusus. Dikutip dari Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Kementerian Perindustrian, kualitas alas kaki tidak hanya ditentukan oleh material, tetapi juga proses produksi, spesifikasi komponen, serta standar pembuatan produk alas kaki.
Faktor lain yang sering diabaikan melansir Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui sistem INAMS (Indonesian Market Surveillance) adalah usia material sepatu. Lem perekat, busa, dan karet outsole dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu meskipun sepatu jarang digunakan. Bahkan sepatu yang terlalu lama disimpan tanpa sirkulasi udara yang baik berisiko mengalami kerusakan pada bagian sol maupun upper. Lingkungan penyimpanan yang panas dan lembap juga dapat mempercepat munculnya jamur serta mengurangi daya tahan bahan sepatu.
Karena itu, harga mahal bukan satu-satunya ukuran ketahanan sebuah sepatu. Konsumen juga perlu memperhatikan kualitas konstruksi, kecocokan penggunaan, serta cara perawatan sehari-hari. Dikutip dari Kementerian Perdagangan melalui sistem pengawasan barang beredar (INAMS), produk yang tidak memenuhi standar dan ketentuan dapat berisiko merugikan konsumen. Dengan memilih produk sesuai kebutuhan dan merawatnya secara benar, umur pakai sepatu dapat menjadi lebih panjang meskipun digunakan secara rutin. (Barista_LPU)
Referensi:
- Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui BPIPI dan SKKNI Industri Alas Kaki.
- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui sistem INAMS (Indonesian Market Surveillance).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....