Kenapa Daging Kurban Sering Alot
- 27 Mei 2026 06:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang mengeluhkan daging kurban terasa keras saat diolah menjadi sate atau gulai. Tak sedikit pula yang menggunakan nanas, daun pepaya, hingga berbagai bumbu marinasi agar teksturnya lebih empuk.
Namun ternyata, kondisi daging yang alot setelah penyembelihan merupakan hal yang normal. Fenomena ini berkaitan dengan proses biologis alami pada tubuh hewan setelah mati.
Mengutip dari akun Instagram drh. Risky Aprillian, M.Sc. @risky.aprillian, dalam dunia Kedokteran Hewan, kondisi tersebut dikenal sebagai rigor mortis atau kaku mayat. Fase ini terjadi ketika otot menjadi kaku akibat berhentinya suplai oksigen dan energi di dalam tubuh.
Saat energi otot habis, serat otot mengalami kontraksi terus-menerus. Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih keras jika langsung dimasak.
Karena itu, daging kurban yang baru dipotong sering terasa alot ketika dibakar atau direbus. Banyak orang mengira kualitas daging buruk, padahal kondisi tersebut merupakan proses fisiologis alami.
Salah satu solusi yang dianjurkan adalah melakukan aging atau pelayuan alami. Caranya dengan menyimpan daging di dalam kulkas selama kurang lebih 24 jam tanpa dicuci terlebih dahulu.
Proses ini membantu daging melewati fase rigor mortis. Enzim alami di dalam daging akan bekerja melunakkan serat otot secara perlahan.
Hasilnya, tekstur daging menjadi lebih empuk dan juicy saat dimasak. Selain itu, cita rasa daging juga akan terasa lebih kuat dan nikmat.
Setelah fase tersebut selesai, daging baru bisa dicuci sebelum diolah. Namun daging sebaiknya tidak disimpan terlalu lama dalam kondisi basah karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Pemahaman mengenai proses ini penting agar masyarakat dapat mengolah daging kurban dengan lebih baik. Dengan penanganan yang tepat, kualitas dan rasa daging bisa jauh lebih optimal.
(Ridho Wicaksono)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....