Intel Manfaatkan Chip Gagal Produksi Jadi Produk Bernilai

  • 29 Apr 2026 10:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perusahaan semikonduktor Intel dilaporkan berhasil meningkatkan pendapatannya dengan menjual chip prosesor yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah produksi. Dilansir dari techradar, Analis Industri Ben Bajarin, CEO Creative Strategies, menyebut bahwa peningkatan margin Intel berasal dari strategi “yield salvage” atau pemanfaatan chip yang tidak sempurna.

Dalam proses produksi chip, tidak semua hasil cetakan dari satu wafer memenuhi standar kualitas tinggi. Sebagian chip, terutama yang berada di bagian tepi wafer, biasanya mengalami cacat kecil.

Alih-alih dibuang, chip tersebut kini diklasifikasikan ulang menjadi produk dengan spesifikasi lebih rendah. Dengan cara ini, Intel tetap dapat menjualnya sebagai prosesor kelas bawah yang masih layak digunakan.

Strategi ini dinilai efektif karena permintaan pasar terhadap CPU masih tinggi. Bahkan, menurut Bajarin, pelanggan tidak terlalu mempermasalahkan kualitas selama chip tersebut masih bisa digunakan.

Langkah ini membuat produk yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini justru memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Kondisi ini turut mendorong kinerja keuangan Intel pada laporan kuartal terbaru.

Di sisi lain, analis juga melihat peluang bahwa perusahaan lain seperti AMD mungkin akan memanfaatkan fasilitas produksi Intel di masa depan. Terutama jika kapasitas produksi dari TSMC terus mengalami tekanan akibat tingginya permintaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....