Krisis Chip Memori Global Diprediksi Berlanjut hingga 2027
- 26 Apr 2026 22:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kekurangan chip memori global diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2027. Produksi dari produsen utama belum mampu memenuhi lonjakan permintaan, khususnya dari sektor kecerdasan buatan.
Dilansir dari asia.nikkei.com, produsen besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology hanya mampu memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan pasar. Ketiga perusahaan tersebut menguasai sekitar 90 persen pasar DRAM dunia.
Samsung berencana mengoperasikan pabrik keempat di Pyeongtaek pada 2026. Namun produksi massal diperkirakan baru berjalan optimal pada 2027 atau setelahnya.
Selain itu, pembangunan pabrik kelima juga tengah dilakukan. Fasilitas ini difokuskan untuk memproduksi high-bandwidth memory (HBM) yang digunakan dalam teknologi AI.
SK Hynix juga meningkatkan kapasitas produksi dengan membuka pabrik HBM di Cheongju. Perusahaan bahkan mempercepat pembangunan fasilitas baru di Yongin yang ditargetkan selesai awal 2027.
Sementara itu, Micron berencana memulai produksi HBM di Amerika Serikat dan Singapura pada 2027. Perusahaan juga tengah membangun pabrik di Jepang yang ditargetkan beroperasi pada 2028.
Keterbatasan pasokan ini turut mendorong kenaikan harga memori. Pada kuartal pertama 2026, harga chip memori dilaporkan meningkat sekitar 90 persen.
Analis memperkirakan keseimbangan pasokan dan permintaan baru akan tercapai pada 2028. Permintaan tinggi dari industri AI menjadi faktor utama yang memperpanjang krisis chip memori global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....