Kenapa Ikan Sapu-Sapu Tak Dimakan?

  • 26 Apr 2026 00:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Meski jumlahnya melimpah, ikan sapu-sapu jarang dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi. Bahkan di berbagai negara, ikan ini lebih sering dimusnahkan daripada dimakan.

Mengutip akun Instagram @fakta.gelap21, secara umum, daging ikan sapu-sapu dikenal memiliki tekstur yang sangat alot. Aroma yang cenderung berlumpur juga membuatnya kurang diminati oleh masyarakat.

Selain itu, ikan ini kerap hidup di perairan tercemar. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kandungan parasit dan zat berbahaya di dalam tubuhnya.

Beberapa studi bahkan menunjukkan potensi akumulasi logam berat. Hal ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Ironisnya, di sejumlah kasus, ikan sapu-sapu disebut sering disalahgunakan sebagai bahan baku olahan makanan seperti siomay. Praktik ini berbahaya karena konsumen tidak mengetahui asal bahan yang digunakan.

Jika benar terjadi, konsumsi produk olahan dari ikan ini berisiko terhadap kesehatan. Kandungan berbahaya yang tersimpan dalam tubuh ikan bisa ikut masuk ke dalam tubuh manusia.

Karena alasan tersebut, banyak pihak menyarankan untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu. Bahkan di beberapa wilayah, ikan ini tidak dianjurkan untuk dilepas kembali setelah tertangkap.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan populasi yang terus meningkat. Jika dibiarkan, penyebarannya dapat semakin merusak keseimbangan ekosistem perairan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua sumber daya alam aman dikonsumsi. Kesadaran masyarakat penting agar tidak tergiur bahan murah tanpa mengetahui risikonya.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....