Risiko yang Sering Diabaikan Bermain HP sambil Mengisi Daya

  • 23 Apr 2026 18:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan ponsel saat sedang diisi daya (dicharge) masih menjadi kebiasaan banyak orang, mulai dari bermain game hingga menonton video. Padahal, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan risiko tertentu, terutama jika dilakukan dalam kondisi yang tidak aman. Para ahli teknologi mengingatkan bahwa meskipun perangkat modern dirancang dengan sistem keamanan, penggunaan yang tidak tepat tetap bisa memicu masalah serius.

Sejumlah media luar negeri seperti VnExpress International dan laporan teknologi global menyebutkan bahwa penggunaan ponsel saat dicharge sebenarnya relatif aman dalam kondisi normal, namun risiko tetap ada jika perangkat atau aksesorinya bermasalah. Misalnya, penggunaan charger tidak resmi atau baterai rusak dapat meningkatkan potensi panas berlebih, korsleting, bahkan kebakaran .

Salah satu risiko utama adalah overheating atau panas berlebih. Saat ponsel digunakan sambil mengisi daya, perangkat bekerja lebih keras karena baterai dan prosesor aktif secara bersamaan. Kondisi ini menghasilkan panas ekstra yang, jika tidak terkontrol, dapat merusak komponen internal dan mempercepat penurunan kualitas baterai .

Selain itu, penggunaan charger palsu atau tidak bersertifikat menjadi faktor berbahaya lainnya. Banyak laporan menunjukkan bahwa charger abal-abal tidak memiliki sistem pengaman yang memadai, sehingga dapat menyebabkan arus listrik tidak stabil. Dalam kasus ekstrem, hal ini bisa memicu percikan api atau bahkan ledakan kecil pada perangkat .

Risiko juga meningkat jika ponsel digunakan di tempat yang tidak tepat saat dicharge, seperti di atas kasur atau tertutup bantal. Kondisi tersebut membuat panas terperangkap dan tidak bisa keluar dengan baik. Akibatnya, suhu perangkat meningkat drastis dan berpotensi menyebabkan kerusakan atau kebakaran.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kasus ponsel meledak saat dicharge tergolong jarang dan biasanya dipicu oleh faktor tertentu, seperti baterai cacat, kerusakan fisik, atau penggunaan aksesori yang tidak sesuai standar . Artinya, bukan aktivitas penggunaan saat charging yang sepenuhnya berbahaya, melainkan kondisi pendukungnya.

Untuk menghindari risiko, pengguna disarankan tidak menggunakan ponsel secara intens saat dicharge, menggunakan charger asli, serta memastikan perangkat tidak dalam kondisi panas atau rusak. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga keamanan sekaligus memperpanjang usia perangkat dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....