Fakta Ilmiah Tentang Bulu Mata Jatuh, Bukan karena Ada yang Rindu
- 31 Mar 2026 10:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bulu mata merupakan bagian penting dari sistem perlindungan mata yang berfungsi menyaring debu, kotoran, dan partikel asing agar tidak masuk ke dalam mata. Selain itu, bulu mata juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Namun, fenomena bulu mata jatuh atau rontok sering menimbulkan kekhawatiran, terutama jika terjadi secara berlebihan.
Berdasarkan Jurnal Kedokteran Diponegoro (2020), seperti rambut pada bagian tubuh lain, bulu mata memiliki siklus pertumbuhan yang terdiri dari fase anagen (pertumbuhan), katagen (transisi), dan telogen (istirahat). Pada fase telogen, bulu mata akan rontok secara alami dan digantikan oleh yang baru. Siklus ini merupakan mekanisme fisiologis normal tubuh untuk menjaga regenerasi folikel rambut.
Salah satu penyebab utama kerontokan bulu mata adalah blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini menyebabkan iritasi, kemerahan, serta gangguan pada folikel bulu mata sehingga memicu kerontokan. Inflamasi kronis pada tepi kelopak mata dapat merusak folikel dan menghambat pertumbuhan bulu mata baru.
Penggunaan kosmetik mata seperti maskara, eyeliner, dan lem bulu mata dapat berdampak pada kesehatan bulu mata jika digunakan secara berlebihan atau tidak dibersihkan dengan baik. Bahan kimia dalam kosmetik dapat menyebabkan iritasi dan melemahkan akar bulu mata sehingga lebih mudah rontok.
Penggunaan eyelash extension (sambung bulu mata) yang semakin populer juga memiliki risiko terhadap kesehatan bulu mata. Pemasangan bulu mata tambahan dengan perekat tertentu dapat menimbulkan tekanan pada folikel alami, sehingga meningkatkan kemungkinan kerontokan, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Kebiasaan seperti mengucek mata, menggunakan penjepit bulu mata secara berlebihan, atau tidak membersihkan makeup sebelum tidur juga dapat mempercepat kerontokan. Tekanan mekanis berulang pada area kelopak mata dapat menyebabkan kerusakan struktur batang rambut dan folikel bulu mata.
Jika kerontokan bulu mata terjadi secara masif, hal ini dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan lain seperti penyakit autoimun, infeksi, atau ketidakseimbangan hormon. Penelitian dalam jurnal nasional menyatakan bahwa kerontokan rambut, termasuk bulu mata, dapat menjadi indikator awal gangguan sistemik yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....