Mobil Keluaran Lama Kuat namun Beresiko Bagi Keselamatan

  • 28 Mar 2026 22:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Mobil keluaran lama sering dianggap lebih kuat karena bodinya tebal dan keras. Namun di balik kekuatan tersebut, tersimpan risiko besar bagi keselamatan penumpang.

Mengutip akun Instagram @material.populer, pada mobil lama, struktur bodi cenderung kaku dan minim deformasi. Akibatnya, saat terjadi tabrakan, mobil berhenti secara mendadak dalam waktu sangat singkat.

Menurut prinsip hukum Newton, semakin cepat perubahan kecepatan, semakin besar gaya yang dihasilkan. Gaya inilah yang kemudian diteruskan langsung ke tubuh penumpang.

Kondisi tersebut membuat risiko cedera serius seperti patah tulang hingga cedera leher menjadi lebih tinggi. Bahkan penggunaan sabuk pengaman saja tidak cukup untuk meredam dampaknya.

Berbeda dengan mobil modern yang dirancang memiliki zona deformasi. Struktur ini memungkinkan mobil menyerap energi sebelum mencapai kabin penumpang.

Selain crumple zone, mobil masa kini juga dilengkapi airbag dan sabuk pengaman yang bekerja secara terintegrasi. Kombinasi ini dirancang untuk memperlambat gaya benturan yang diterima tubuh.

Perubahan desain ini membuktikan bahwa “kuat” bukan berarti aman. Dalam keselamatan kendaraan, yang terpenting adalah bagaimana energi benturan dikelola, bukan dilawan.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....