Telusuri Jejak Perjuangan, 54 Mahasiswa HI President University Field Trip ke Solo
- 01 Mar 2026 16:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 54 mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) President University, Cikarang, melakukan kunjungan edukatif (field trip) ke dua lokasi bersejarah di Kota Solo, yakni Monumen Pers Nasional dan Pura Mangkunegaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum mata kuliah Defense Heritage yang diampu oleh Dr. Jeanne Francoise.
Rombongan mahasiswa angkatan 2024 ini tiba di Solo pada Sabtu 28 Februari pagi setelah menempuh perjalanan darat dari Cikarang sejak malam sebelumnya. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme melalui perspektif warisan pertahanan.
Dosen Hubungan Internasional President University & Dosen Pengampu Mata Kuliah Defense Heritage, Dr. Jeanne Francoise menjelaskan bahwa pemilihan Monumen Pers Nasional sebagai destinasi utama didasari oleh peran krusial media dalam pergerakan kemerdekaan.
"Pers adalah instrumen untuk memberitakan penderitaan rakyat sekaligus alat melawan penjajah melalui tulisan. Di sinilah para tokoh intelektual berkumpul dan menyatukan visi bahwa Indonesia harus merdeka," ujar Dr. Jeanne, Sabtu 28 Februari.
Menurutnya, mata kuliah Defense Heritage yang ia ampu berakar dari disiplin Defense Security (Warisan Pertahanan) yang ia dalami sejak masa disertasi di Universitas Pertahanan (Unhan). Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak melihat bahwa pertahanan negara tidak melulu soal militer, tetapi juga nilai-nilai sejarah yang membentuk identitas bangsa.
Destinasi kedua, Pura Mangkunegaran, dipilih untuk mempelajari kontribusi kaum bangsawan dalam sejarah perjuangan. Dr. Jeanne menyoroti bagaimana Solo menjadi salah satu pusat pergerakan nasional yang unik.

Senada dengan hal tersebut, Caroline Isabell Chandra, salah satu mahasiswa peserta field trip, mengungkapkan antusiasmenya mempelajari Legiun Mangkunegaran.
"Kami belajar tentang Legiun Mangkunegaran yang legendaris. Meski awalnya dibentuk pada masa pengaruh kolonial, namun dalam prosesnya mereka berperan penting bagi Indonesia, mirip dengan transformasi PETA di kemudian hari," ucap Caroline.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ke Monumen Pers juga membuka mata para mahasiswa HI tentang pentingnya "suara" di kancah internasional. "Tanpa pers, perjuangan kita mungkin tidak akan diakui dunia. Pers adalah cara kita mengenalkan eksistensi bangsa yang baru lahir di tengah dominasi negara-negara Eropa," kata Caroline.
Kegiatan field trip ini merupakan agenda tahunan yang sebelumnya telah mengunjungi kota-kota sejarah lainnya seperti Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya.
Dr. Jeanne berharap kunjungan tahun ini dapat membuahkan karya tulis ilmiah atau produk kreatif lainnya.
"Tahun lalu kami baru saja meluncurkan buku berisi kumpulan pemikiran mahasiswa tentang defense heritage. Saya berharap mahasiswa angkatan ini juga bisa menghasilkan produk serupa, baik itu buku, seminar, atau karya akademik lainnya," tutupnya.
Sebagai informasi, mata kuliah ini merupakan bagian dari Program Studi Hubungan Internasional President University yang fokus pada pelestarian nilai-nilai sejarah perjuangan dan aset pertahanan sebagai bagian dari strategi diplomasi dan identitas nasional. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....