Google Bangun Data Center Hemat Air Texas
- 26 Feb 2026 14:10 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Raksasa teknologi Google kembali membangun pusat data baru di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Perusahaan menyatakan fasilitas ini akan menggunakan teknologi pendingin udara canggih guna membatasi konsumsi air.
Google menegaskan penggunaan air akan dibatasi hanya untuk kebutuhan operasional penting di area seperti dapur dan fasilitas penunjang lainnya. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen efisiensi sumber daya di tengah sorotan publik terhadap industri pusat data.
Proyek ini merupakan bagian dari investasi dua tahun senilai 40 miliar dolar AS yang sebelumnya diumumkan perusahaan untuk wilayah Texas. Google juga mengklaim telah mengontrak kapasitas pembangkitan energi bersih hingga 7.800 megawatt untuk mendukung jaringan listrik setempat.
Pembangunan pusat data dalam skala besar belakangan menuai penolakan dari sejumlah komunitas di berbagai wilayah Amerika Serikat. Kekhawatiran muncul terkait potensi kenaikan tarif listrik, peningkatan emisi gas rumah kaca, serta konsumsi air dalam jumlah besar.
Dilansir dari engadget.com, isu penggunaan air pusat data juga menjadi perdebatan di kalangan industri teknologi. CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya menyebut kekhawatiran tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi aktual.
Di sisi lain, CEO Tesla, Elon Musk, termasuk salah satu tokoh yang mengusulkan pembangunan pusat data di luar angkasa sebagai solusi jangka panjang. Namun sejumlah pakar lingkungan memperingatkan pendekatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekologis baru yang belum sepenuhnya dipahami.
Google menyatakan proyek pusat data terbaru ini dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan komputasi yang terus meningkat dengan tanggung jawab lingkungan. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap efisiensi energi dan pengurangan jejak sumber daya dalam ekspansi infrastruktur digitalnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....