CEO OpenAI Tepis Tudingan AI Boros Air

  • 24 Feb 2026 12:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – CEO OpenAI, Sam Altman, menanggapi kekhawatiran terkait dampak lingkungan kecerdasan buatan saat berbicara dalam forum yang digelar The Indian Express di India. Ia menyebut klaim bahwa setiap penggunaan AI menghabiskan air dalam jumlah besar sebagai tudingan yang tidak berdasar.

Altman mengatakan isu penggunaan air memang pernah menjadi perhatian ketika pusat data masih menggunakan sistem pendinginan evaporatif. Namun menurutnya, metode tersebut sudah tidak lagi digunakan sehingga klaim bahwa satu permintaan di ChatGPT menghabiskan hingga belasan galon air dinilainya “tidak benar” dan “tidak masuk akal”.

Meski demikian, Altman mengakui bahwa wajar jika publik menyoroti konsumsi energi AI secara keseluruhan. Ia menilai perhatian seharusnya difokuskan pada total penggunaan energi industri AI, bukan pada konsumsi energi per permintaan.

Dalam pandangannya, peningkatan penggunaan AI secara global memang mendorong kebutuhan energi lebih besar. Karena itu, ia menilai dunia perlu mempercepat transisi ke sumber energi yang lebih berkelanjutan seperti tenaga nuklir, angin, dan surya.

Menanggapi perbandingan yang menyebut satu permintaan ChatGPT setara dengan pengisian daya 1,5 baterai iPhone, Altman membantah angka tersebut. Ia menyatakan konsumsi energi per permintaan tidak mendekati besaran yang sering beredar di internet.

Altman juga mengkritik cara sebagian pihak membandingkan energi pelatihan model AI dengan aktivitas manusia. Menurutnya, jika perbandingan dilakukan secara adil, maka energi yang dibutuhkan untuk “melatih” manusia selama bertahun-tahun juga sangat besar.

Ia berpendapat bahwa ukuran yang lebih relevan adalah energi yang dibutuhkan AI untuk menjawab pertanyaan setelah model selesai dilatih. Dalam konteks tersebut, ia menilai efisiensi AI saat ini kemungkinan sudah menyamai manusia.

Isu konsumsi energi dan air pusat data menjadi perhatian di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur AI global. Hingga kini, belum ada kewajiban hukum bagi perusahaan teknologi untuk secara terbuka melaporkan penggunaan energi dan air mereka, sehingga penelitian independen masih terus dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....