Pakar Keamanan Sebut Ganti Password Tak Selalu Perlu
- 29 Jan 2026 09:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kebiasaan mengganti kata sandi secara berkala selama ini dianggap sebagai bagian penting dari keamanan digital. Namun, sejumlah pakar keamanan siber menilai anjuran tersebut tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Dilansir dari pcmag.com, Lembaga standar teknologi Amerika Serikat, National Institute of Standards and Technology (NIST), sejak 2017 telah merekomendasikan agar pengguna tidak diwajibkan mengganti kata sandi secara rutin tanpa alasan yang jelas. Pergantian kata sandi disarankan hanya dilakukan jika terdapat indikasi kebocoran atau permintaan dari pengguna.
Menurut NIST, aturan komposisi kata sandi yang terlalu rumit justru menyulitkan pengguna dalam mengingatnya. Dampaknya, pengguna cenderung membuat kata sandi yang mudah ditebak atau menuliskannya di tempat yang tidak aman.
Pakar keamanan menilai panjang kata sandi lebih penting dibandingkan tingkat kompleksitasnya. NIST bahkan merekomendasikan layanan digital untuk mengizinkan penggunaan kata sandi hingga 64 karakter agar keamanan tetap terjaga.
Di sisi lain, penggunaan pengelola kata sandi atau password manager dinilai sebagai solusi yang lebih efektif. Dengan sistem ini, pengguna cukup mengingat satu kata sandi utama untuk mengelola berbagai akun digital.
Pada pembaruan pedoman identitas digital tahun 2024, NIST kembali menegaskan pentingnya penggunaan password manager, autentikasi multi-faktor, serta pemantauan kata sandi yang lemah atau sering digunakan. Langkah-langkah ini dinilai lebih ampuh dalam mencegah kebocoran data.
Meski demikian, sejumlah institusi seperti perbankan dan perusahaan masih menerapkan kebijakan pergantian kata sandi secara berkala. Kebijakan tersebut umumnya diterapkan sebagai langkah pencegahan, mengingat sebagian besar pelanggaran data masih berkaitan dengan penggunaan kata sandi yang lemah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....