Masih Perlukah Safely Remove Flashdisk di PC

  • 27 Jan 2026 10:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta Kebiasaan mencabut USB flashdisk tanpa menekan tombol Safely Remove Hardware kerap dilakukan pengguna komputer. Tindakan tersebut berisiko menyebabkan data rusak atau hilang apabila proses pemindahan file belum sepenuhnya selesai.

Seiring perkembangan teknologi, Microsoft telah memperbarui sistem pengelolaan perangkat USB pada Windows. Pembaruan tersebut mulai diterapkan sejak rilis update Windows versi 1809 Oktober 2018 melalui fitur bernama Quick Removal.

Dilansir dari chip.de, Fitur Quick Removal memungkinkan pengguna mencabut perangkat USB kapan saja tanpa harus melakukan proses Safely Remove secara manual. Pengaturan ini secara otomatis aktif sebagai default pada sebagian besar perangkat berbasis Windows.

Dengan mekanisme tersebut, sistem tidak lagi menyimpan data sementara di cache sebelum ditulis ke USB. Data langsung dipindahkan ke perangkat eksternal sehingga risiko kehilangan data akibat pencabutan mendadak dapat ditekan.

Meski menawarkan kemudahan, fitur Quick Removal memiliki dampak pada performa pemindahan data. Kecepatan transfer menjadi lebih lambat karena sistem tidak menggunakan cache untuk mempercepat proses penulisan.

Microsoft tetap mengingatkan pengguna agar memastikan proses pemindahan data telah selesai sebelum mencabut USB flashdisk. Langkah ini diperlukan untuk menjaga keutuhan file yang dipindahkan meskipun fitur tersebut telah aktif.

Penggunaan fitur Quick Removal dinilai sesuai dengan kebiasaan sebagian besar pengguna yang mengutamakan kepraktisan. Namun demikian, pemahaman terhadap cara kerja sistem tetap diperlukan agar keamanan data tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....