Masih Bingung Perbedaan Lensa Photocromic vs Bluecromic? Simak Penjelasannya

  • 30 Sep 2024 10:36 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Kacamata menjadi barang yang juga sering digunakan. Baik berfungsi untuk kesehatan maupun fashion. Bahkan jenis lensa kacamata juga sekarang makin canggih, bisa untuk melindungi mata dari paparan sinar yang dapat menurunkan kesehatan mata.

Anda juga sering menemui orang menggunakan kacamata yang sama, namun saat didalam ruangan terlihat bening seperti biasa, akan tetapi saat keluar ruangan yang terkena sinar matahari kacamatanya menjadi gelap. Jika anda menemukan orang menggunakan kacamata seperti itu, maka orang tersebut memakai kacamata dengan lensa photocromic.

Lensa photocromic merupakan jenis kacamata yang menggunakan lensa transisi yang sifatnya adaptif. Secara otomatis menjadi gelap saat berada dibawah sinar matahari yang cerah. Kemudian lensa akan berubah warna biasa (bening) ketika ditempat yang tidak banyak cahaya terang atau didalam ruangan. Dikarenakan lensa photocromic ditujukan untuk melindungi mata dari radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berlebih.

Mengutip dari hellosehat.com, paparan sinar UV yang berlebih akan menyebabkan kerusakan pada kornea dan konjungtiva mata. Kacamata photocromic yang baik ternyata yang mampu memblokir 100% sinar matahari paling berbahaya dan bisa beradaptasi dengan perubahan cahaya dalam hitungan detik.

Selain photocromic, ada pula jenis lensa bluecromic, termasuk turunan dari lensa photocromic karena terdiri dari dua lensa yaitu blue light dan photocromic. Kacamata bluecromic memiliki warna bening dan bekerja untuk menangkal cahaya biru, khususnya dengan filter kuning meskipun warnanya tidak dapat terdeteksi dengan mata telanjang.

Kacamata bluecromic juga bisa berubah menjadi gelap ketika berada ditempat terang yang terpapar sinar matahari. Sehingga lensa bluecromic dapat berfungsi untuk menghalau dan melindungi mata dari sinar UV matahari serta melindungi mata dari paparan cahaya biru atau blue light yang terpancar dari smartphone, tablet, komputer, laptop, bahkan televisi. Dikarenakan blue light dari gadget atau alat elektronik lainnya dapat menggangu pola tidur, membuat mata tegang, sakit kepala, mata kering, mata menjadi lelah, dan keluhan mata lainnya.

(Sherly Anjali/Ridho)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....