Sukaria Jawa Jawi Perkuat Langkah Solo menuju Wellness City 2030

  • 27 Jun 2026 16:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Festival Sukaria Jawa Jawi 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat visi menjadikan Solo sebagai Wellness City 2030. Festival yang digelar di Dalem Joyokusuman tersebut tidak hanya menampilkan kesenian dan tradisi Jawa, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan fisik, mental, dan spiritual berbasis kearifan lokal.

Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Bonita Rintyowati, SS, MM,dalam Bincang Pagi Pro 1 Surakarta, Jumat 26 Juni 2026 mengatakan Sukaria Jawa Jawi memiliki konsep yang berbeda dibandingkan festival budaya lainnya di Solo. “Karena Solo tidak memiliki nature maka kami mengandalkan culture yang sangat banyak kita miliki menjadi pembeda dengan festival serupa,” kata Bonita.

Menurutnya, festival ini tidak hanya mengajak masyarakat menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga merasakan langsung pengalaman budaya Jawa yang berorientasi pada kesejahteraan atau wellness. “Sukaria Jawa Jawi mengajak masyarakat untuk mengalami budaya Jawa secara langsung melalui jamu, perawatan tradisional, filosofi hidup, hingga praktik-praktik yang menghadirkan ketenangan dan keseimbangan hidup. Inilah yang menjadi kekhasan festival ini," ujarnya.

Disisi lain Pengamat Kepariwisataan sekaligus Kepala Program Studi D3 Usaha Perjalanan Wisata Vokasi UNS, Dr. Deria Adi Wijaya, S.S.T.Par., M.Sc, menilai Solo memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata wellness. Meski mengahadapi dalam mengemas kekayaan budaya tersebut menjadi produk wisata yang modern, berkualitas, dan mampu diterima wisatawan nasional maupun mancanegara

Menurutnya, budaya Jawa memiliki modal yang kuat karena sejak lama telah mengenal konsep hidup seimbang melalui tradisi jamu, meditasi, pijat tradisional, hingga filosofi harmoni antara manusia dan alam. "Wellness yang kita lakukan sekarang itu sesungguhnya sudah hidup dalam budaya Jawa sejak lama.," kata Deria.

Sementara itu Bonita menambahkan, penyelenggaraan Sukaria Jawa Jawi juga diharapkan menjadi agenda tahunan yang mendukung branding Solo sebagai kota wellness. “Festival ini akan menjadi unual event untuk memperkenalkan identitas baru Kota Bengawan, sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang jamu, kuliner sehat, produk herbal, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya,” ucapnya

Bonita berharap festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam ber agi peran. "Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama. Ketika produk-produk lokal, tradisi, dan kearifan budaya diangkat melalui festival ini, maka manfaatnya tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sebagai pengamat Pariwisata, Deria menambahkan keberhasilan mewujudkan Solo Wellness City 2030 tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan festival, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem wellness secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan produk wisata, hingga promosi yang berkelanjutan. "Wellness jangan berhenti sebagai slogan. Jika dikelola dengan baik, konsep ini dapat melahirkan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM, dan menjadikan budaya Jawa sebagai sumber kesejahteraan masyarakat Kota Solo," kata Deria. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....