Lomba Menu B2SA Berbasis Singkong, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Karanganyar

  • 22 Apr 2026 18:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu 22 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan kaidah konsumsi pangan sehat sekaligus mendorong kreativitas ibu-ibu dalam mengolah umbi-umbian sebagai pengganti nasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar, Farida Rober Christanto, menegaskan bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal selain nasi memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir agar tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja dan mulai melirik kekayaan alam Karanganyar seperti singkong dan ubi jalar.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah sebagai sumber karbohidrat alternatif tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan asupan vitamin yang beragam bagi masyarakat. Kami ingin mengedukasi bahwa kenyang itu tidak harus selalu dengan nasi,” ujar Farida Rober Christanto, Rabu 22 April 2026.

Kabid Ketahanan Pangan Dispertan PP Karanganyar, Budi Sutrisno, menambahkan bahwa tahun ini peserta didorong untuk menciptakan menu pokok berbahan dasar singkong atau ubi kayu. Selain itu, kudapan yang disajikan juga wajib berasal dari jenis umbi-umbian dengan tampilan semenarik mungkin agar disukai oleh anak-anak yang seringkali sulit mengonsumsi sayur.

“Kami berharap lomba ini menciptakan menu menarik yang mampu menarik minat anak-anak untuk makan sehat. Penilaian meliputi resep, penghitungan gizi, tampilan, hingga cita rasa yang dilakukan oleh praktisi tata boga dan ahli gizi,” kata Budi Sutrisno.

Lomba yang diikuti oleh perwakilan 17 kecamatan ini membagi pemenang ke dalam dua kelompok besar. Untuk Kelompok 1, juara pertama diraih oleh Kecamatan Tasikmadu, diikuti Jumantono dan Gondangrejo, sementara pada Kelompok 2, Kecamatan Kebakkramat berhasil menyabet juara pertama mengungguli Jenawi dan Jatiyoso.

“Hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. Namun yang terpenting adalah bagaimana pengalaman ini dibagikan kembali kepada kader-kader PKK hingga tingkat desa,” ujarnya.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap kader PKK di wilayah pedesaan dapat terus melakukan pembinaan kepada masyarakat mengenai pentingnya menu B2SA. Inovasi menu yang lahir dari pendopo ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mencetak generasi masa depan Karanganyar yang lebih sehat dan mandiri pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....