Harga Aspal Belum Keluar, Proyek Perbaikan Jalan Karanganyar Terancam Tertunda
- 07 Apr 2026 16:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Sejumlah proyek peningkatan jalan di Kabupaten Karanganyar terancam mengalami penundaan kontrak akibat belum keluarnya ketetapan harga material utama seperti aspal dan solar di tingkat nasional. Kondisi ini membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar harus menyiapkan upaya pengkajian ulang rencana anggaran biaya guna menyesuaikan dengan potensi lonjakan harga material konstruksi.
Kepala DPUPR Karanganyar, Asihno, menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan kabupaten sekitar dan pihak penyedia aspal guna memastikan kepastian harga. Menurutnya, komponen utama pendukung proyek jalan seperti aspal, solar, hingga lem agregat saat ini belum memiliki harga tetap yang bisa dijadikan acuan kontrak atau Harga Perkiraan Sendiri.
“Kami sedang menyusun HPS, ternyata ada komponen utama yaitu aspal dan solar yang harganya sampai sekarang belum keluar. Informasi dari penyedia aspal, kemungkinan sepuluh hari lagi baru ada harga yang pasti. Kondisi ini dialami secara nasional, bahkan Kementerian PU juga merilis adanya penundaan kontrak karena kenaikan harga material ini,” ujar Asihno saat dikonfirmasi, Selasa 7 April 2026.
Asihno menambahkan, jika nantinya harga aspal sudah keluar namun melebihi batas toleransi anggaran, DPUPR telah menyiapkan skenario alternatif. Pilihan yang tersedia adalah mengurangi target panjang jalan yang diperbaiki atau mengalihkan konstruksi menggunakan beton secara keseluruhan.
Namun, lanjut Asihno, perubahan ini harus melalui proses laporan ulang ke Kementerian PU mengingat mayoritas anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus atau DAK.
“Kalau merubah RAB, kita harus laporan lagi ke Kementerian untuk me-review ulang. Yang jelas proyek ini harus dikerjakan tahun ini, tidak boleh mundur ke tahun depan. Untuk proyek kecil atau penunjukan langsung sudah mulai jalan, tapi untuk paket besar yang melalui tender memang belum bisa dijalankan karena kendala harga material tadi,” ucapnya.
Disinggung terkait keluhan masyarakat soal kerusakan jalan di ruas Adi Sumarmo hingga Tasikmadu, Asihno menegaskan penanganan sementara dilakukan melalui tambal sulam untuk kerusakan ringan. Namun, untuk kerusakan berat yang sudah menyentuh pondasi jalan, perbaikan hanya bisa dilakukan melalui paket peningkatan jalan yang saat ini masih menunggu kepastian harga kontrak.
“Kalau rusaknya sudah parah seperti di Jalan Adi Sumarmo, itu kalau tidak dilapis ulang tidak akan selesai persoalannya. Solusinya ya peningkatan jalan, tapi anggarannya besar. Sementara untuk beberapa ruas yang ditanyakan warga seperti jalur Songgorunggi-Dagen, kami cek kembali karena tidak semua ruas masuk dalam daftar anggaran peningkatan tahun ini,” ujar Asihno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....