Respati Tekankan MBG hingga Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas Pemkot

  • 30 Mar 2026 00:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada Sabtu 28 Maret 2026, Wali Kota Solo, Respati Ardi tekankan empat program jadi prioritas Pemerintah Kota.

Empat program tersebut yakni, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), Posyandu Plus dan pengelolaan sampah.

Musrenbang RKPD sendiri selain dihadiri Respati Ardi juga dihadiri Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani. Ketua Tim Penggerak PKK, Venessa Winastesia. Ketua DPRD, Budi Prasetyo, Sekretaris Daerah, Budi Murtono dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga-lembaga terkait.

Dalam sambutannya, Respati Ardi berharap peran seluruh stakeholder yang hadir bisa membantu berjalannya empat program prioritas tersebut agar bisa optimal. Dirinya ke depan juga akan me-restruktur anggota Satuan Tugas (Satgas) MBG.

"Saya berharap peran serta semuanya. Dan ini nanti Satgas MBG akan kita restrukturisasi, keterlibatan MBG dari Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Camat, Lurah dan Pokmas (Kelompok Masyarakat). Dengan harapan kita bisa membedakan mana pelaksanaan MBG yang bagus dan mana MBG yang oknum atau kurang bagus," kata Respati Ardi.

Satgas MBG ke depan harus bisa mengawasi pelaksanaan MBG dengan lebih ketat untuk menjaga komitmen Zero Accident dari program MBG. Respati juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo untuk mencari suplai-suplai bahan makanan dari pasar demi menjaga roda ekonomi terus berjalan.

Sementara dalam program KKMP, Wali Kota Solo meminta para Koperasi tidak langsung berhubungan dengan konsumen menjadi pesaing toko klontong, tetapi dapat menjadi supply chain (rantai pasok) untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sedangkan terkait Posyandu Plus, Respati meminta seluruh pengajuan ataupun kendala yang dilaporkan oleh warga bisa bisa dikerjakan dan difasilitasi. Dirinya juga berjanji akan menambah Psikolog Klinis bagi Posyandu Plus yang belum ada.

"Ketika ada pengajuan dari warga untuk fasum (fasilitas umum) bagi Posyandu, silahkan bisa dikerjakan, bisa difasilitasi untuk fasum dan fasos Posyandu Plus. Tenaga-tenaga psikolog klinis juga akan tetap ditambahkan melalui anggaran dari Dinas Kesehatan atau yang lain, silahkan Posyandu Plus mengajukan jika belum ada psikolog klinisnya," katanya menambahkan.

Kemudian pada program pengelolaan sampah, Mantan Ketua HIPMI Solo ini menegaskan adanya pengelolaan dari hilir agar mempermudah PLTSa Putri Cempo untuk mengolah dan tidak terjadi gunungan sampah berlebih. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....