Pemkot Surakarta Perkuat Kerja Sama Dengan Media dalam Menjaga Toleransi

  • 06 Mar 2026 03:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperkuat kerja sama dengan media massa guna menjaga citra kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan harmoni antarumat beragama pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kota.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan penilaian dalam ajang Harmony Award untuk bisa meningkatkan peringkat dari sebelumnya posisi dua. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam forum koordinasi antara Pemkot, media, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Melalui kerja sama ini, media diharapkan dapat berperan aktif menyebarkan informasi yang edukatif serta menangkal berita negatif yang berpotensi merugikan citra Kota. Kepala Bagian (Kabag) Kesatuan Bangsa Kota Surakarta, Muhammad Rudiyanto berharap MoU ini bisa membuat media memberikan pesan-pesan yang baik untuk menunjukkan toleransi Kota Bengawan.

"Harapannya MoU dengan para media, ke depan bisa menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat ini bahwa Kota Surakarta memang benar-benar kota yang bertoleransi. Sehingga implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) 15 tahun 2025 tentang penyelenggaraan toleransi bermasyarakat ini bisa terlaksana dengan baik," kata Muhammad Rudiyanto.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta, Muhammad Mashuri yang hadir dalam acara juga menginginkan kolaborasi yang terus terjaga bersama media bisa ada perimbangan berita, sehingga tidak hanya pemberitaan non positif saja yang tersebar.

"Ketika ada berita-berita yang dalam tanda kutip tidak baik itu tersampaikan, tapi yang program-program kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat dan signifikan ini kadang-kadang tidak tersampaikan. Jadi kami pengin nanti ke depan ada perimbangan data, sehingga masyarakat tau," ucap Muhammad Mashuri.

Lebih lanjut, Muhammad Mashuri berharap ke depan dalam kerja sama antara FKUB, Pemerintah Kota Surakarta dan media massa bisa terus menjaga kolaborasi demi menyampaikan pesan toleransi kepada masyarakat.

"Jadi ke depan biar kita tidak ada jarak antara FKUB yang menjadi leading sektor dari Pemerintah dalam hal toleransi maupun kerukunan ini, tidak ada jarak dengan teman-teman media," ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Surakarta, Sumilir Wijayanti mengatakan kerja sama dengan media ini selain menjaga status kota toleransi tapi juga bisa meng-counter berita negatif yang merugikan.

"Bisa membangun budaya toleransi, bahwa Surakarta sebagai kota harmoni perlu dipertahankan untuk keberlanjutan. Baik sifatnya mengedukasi kemudian meng-counter berita yang mungkin akan merugikan kota Surakarta terkait pemberitaan negatif," ujar Sumilir Wijayanti. (JK)

Rekomendasi Berita