Ludes Sejam! Warga Karanganyar Serbu Subsidi Cabai Rawit Murah
- 23 Feb 2026 21:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) menggelar penyaluran subsidi cabai rawit merah untuk menekan lonjakan harga di pasaran yang menembus angka Rp90.000 per kilogram. Bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 200 kilogram cabai rawit ludes diserbu warga hanya dalam waktu satu jam di halaman Kantor Dispertan PP, Senin 23 Februari 2026.
Langkah taktis ini diambil mengingat kondisi harga bumbu dapur utama tersebut mulai memberatkan daya beli masyarakat, terlebih di tengah bulan Ramadhan. Dalam operasi pasar ini, cabai rawit merah yang didatangkan dari Magelang dijual dengan harga subsidi Rp65.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar saat ini.
Kabid Ketahanan Pangan Karanganyar, Budi Sutresno, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pantauan harga di lapangan yang terus merangkak naik. Ia menilai kolaborasi dengan Pemprov Jateng sangat krusial untuk menjaga stabilitas pangan di Bumi Intanpari.
“Di wilayah Kabupaten Karanganyar harga cabai rawit merah saat ini sudah mencapai Rp90.000 lebih, sehingga dirasa cukup memberatkan warga. Maka kami bekerja sama menyalurkan cabai dengan harga subsidi menjadi Rp65.000 per kg,” ujar Budi Sutresno.
Antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat stok 200 kilogram cabai yang disediakan panitia langsung habis dalam waktu singkat. Warga diberikan fleksibilitas untuk membeli sesuai kebutuhan, mulai dari kemasan seperempat kilogram hingga satu kilogram.
“Tadi cabai 200 kilo tersebut langsung habis dalam jangka waktu sekitar satu jam saja. Jadi, antusias masyarakat untuk menyambut penjualan di bawah harga pasar ini sangat luar biasa,” katanya.
Selain memastikan keterjangkauan harga, pemerintah juga menjamin kualitas dan keamanan konsumsi cabai yang disalurkan. Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melakukan rapid test residu pestisida secara langsung terhadap komoditas yang didatangkan oleh Perusda JTAB tersebut.
“Tadi juga dilakukan uji residu pestisida oleh tim provinsi terhadap cabai yang didatangkan dari Magelang ini. Hasilnya didapatkan negatif residu pestisida, sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” kata Budi.
Adapun Dispertan PP berharap intervensi ini dapat mendinginkan gejolak harga cabai di pasar-pasar tradisional Karanganyar. Kedepan, pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok akan terus diperketat guna memastikan kebutuhan warga selama bulan Ramadhan tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....