Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan, Dispertan PP Siapkan Program GPM
- 18 Feb 2026 17:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah. Selain menjamin stok dalam kondisi surplus, pemkab Karanganyar mengantisipasi lonjakan harga komoditas pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan, ketersediaan pangan strategis di Bumi Intanpari dipastikan aman. Fokus pengendalian saat ini diarahkan pada komoditas beras medium SPHP seharga Rp12.500 per kilogram dan minyak goreng kita seharga Rp15.700.
Untuk minyak goreng, lanjut Plt Kadispertan, pemerintah mengambil langkah cekatan dengan memutus rantai distribusi dari pabrik langsung ke Bulog untuk disalurkan ke pedagang eceran guna menghindari spekulasi harga.
“Pemerintah memastikan ketersediaan pangan di Karanganyar dalam kondisi aman. Kami akan melaksanakan pasar murah empat kali hingga menjelang Idulfitri di kecamatan dengan data kemiskinan tertinggi seperti Mojogedang dan Karanganyar," ujar Feriana Dwi Kurniawati saat dikonfirmasi RRI, Rabu 18 Februari 2026.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terkendali dan mencegah inflasi yang terlalu tinggi, karena jika inflasi terjadi, kondisi ekonomi negara akan terganggu.”
Feriana mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit merah yang saat ini menembus Rp81.800 per kilogram, jauh melampaui harga acuan pemerintah sebesar Rp40.000, bahkan di atas rata-rata nasional. Hal ini disebabkan berakhirnya masa panen bulan September-Desember serta kendala pengiriman dari sentra produksi seperti Boyolali, Kediri, Nganjuk, hingga Banyuwangi akibat faktor cuaca.
Feriana mengatakan, sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Karanganyar meluncurkan lomba menanam cabai untuk ormas dan instansi pemerintah dengan sistem penilaian produktivitas tertinggi.
“Petani kita saat ini baru masa tanam dan lebih senang menanam cabai besar teropong karena bobot timbangannya lebih berat. Untuk mengatasinya, ada gerakan dari Pak Bupati yaitu lomba menanam cabai yang kontinu. Nanti yang produktivitasnya tertinggi harus memberi tips kepada teman-temannya bagaimana bisa menanam cabai dengan hasil maksimal,” katanya.
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Dispertan PP Karanganyar, Budi Sutresno, menjelaskan terjadi kenaikan harga komoditas daging ayam yang kini menyentuh Rp40.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan sektor pariwisata, persiapan buka puasa, serta serapan masif untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski permintaan melonjak, pasokan dipastikan tetap terjaga berkat dukungan dari Rumah Potong Hewan (RPH) Unggas lokal serta pasokan tambahan dari Sukoharjo.
“Gerakan Pangan Murah akan kita mulai pada 20 Februari di Gondangrejo, 27 Februari di Mojogedang, 6 Maret di Matesih, dan puncaknya 13 Maret di halaman Rumah Dinas Bupati. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk beras, gula, dan minyak, serta dukungan Bank Indonesia Solo," ujarnya.
"Di titik terakhir, produk akan lebih lengkap karena mendekati hari raya, termasuk penyediaan telur, daging ayam, ikan laut, hingga sayuran hasil kerja sama dengan pedagang lokal."
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemkab Karanganyar optimistis mampu meredam gejolak harga pangan selama bulan suci. Pemerintah berharap Gerakan Pangan Murah ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat untuk mendapatkan gizi seimbang dengan harga yang tetap terjangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....