Aktivis Lingkungan Karanganyar Gelar Aksi Damai, Tolak Geothermal
- 13 Feb 2026 11:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.DI, Karanganyar - Puluhan massa yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Gunung Lawu menggelar aksi damai di depan Kantor Setda Karanganyar guna menyuarakan penolakan terhadap proyek Geothermal atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di wilayah Jenawi. Aksi yang dilakukan pada Jumat 13 Februari 2026 pagi ini berlangsung tanpa orasi, melainkan dengan penandatanganan poster sebagai simbol petisi menjaga kelestarian alam Lawu.
Usai melakukan aksi di halaman kantor, perwakilan massa kemudian diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Sunarno, untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan tersebut, para aktivis menyampaikan kekhawatiran terkait masuknya kembali proyek Geothermal ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru.
Aktivis Lingkungan Jaga Lawu, Aan Shopuanudin, menyatakan konsistensinya untuk menolak proyek tersebut sejak dulu hingga sekarang. Menurut Aan, eksploitasi panas bumi di lereng Lawu akan berdampak buruk pada ketersediaan air yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, terutama karena kebutuhan air untuk proyek Geothermal sangat besar.
“Saya tetap konsisten sejak dulu sampai sekarang, suara kami sama yakni penolakan terhadap proyek Geothermal di Jenawi. Dampaknya yang sangat terasa adalah terkait dengan ketersediaan air karena kebutuhan untuk proyek tersebut luar biasa besar. Ini harus dibatalkan,” ujar Aan.
Aan menyebut akan melakukan aksi yang jauh lebih besar jika langkah-langkah audiensi kecil ini tidak didengarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ia mengklaim gerakan penolakan ini semakin kuat setelah mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi besar, termasuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang turut menyuarakan semangat perlindungan alam.
“Jika memang dibutuhkan, kami akan melakukan aksi besar-besaran seperti dulu bersama seluruh gabungan masyarakat se-Kabupaten Karanganyar. Itu jalan terakhir kami ketika langkah kecil seperti ini tidak didengarkan. Dukungan dari PP Muhammadiyah menjadi amunisi semangat bagi gerakan kami,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala DLH Karanganyar, Sunarno mengatakan, hasil audiensi ini akan segera dikomunikasikan dengan pimpinan. Mengingat, lanjut Narno, dari informasi yang diterima, proyek pengerjaan geothermal di wilayah Karanganyar sudah dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Setahu kami terkait Geothermal di Gunung Lawu itu tahun 2023 sudah selesai dan dikeluarkan dari PSN. Terima kasih atas informasinya, nanti saya sampaikan ke pimpinan untuk kita komunikasikan kembali. Setahu saya sejauh ini belum ada sosialisasi atau masukan yang masuk ke Pemerintah Kabupaten,” ujar Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, kepada wartawan usai audiensi.
Sunarno menegaskan pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Karanganyar memiliki semangat yang sama dengan para aktivis dalam menjaga lingkungan. Ia mengakui bahwa Gunung Lawu merupakan wilayah vital yang menjadi sumber air utama bagi kawasan Solo Raya sehingga kelestariannya harus dijaga secara bersama-sama.
“Intinya kami semua mencintai lingkungan lah, tetap ingin jaga Gunung Lawu, karena itu juga memang sumber air di Solo Raya. Kita sama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....