Tinjau Spam Regional, Anggota DPR RI Desak Pemda Maksimalkan Pemanfaatan Air Wososukas

  • 10 Apr 2025 20:22 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Wonogiri: Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputra meninjau Spam Regional Wososukas di Wonogiri, Kamis (10/4/2025). Dalam kesempatan itu ia banyak menerima laporan dalam upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat Wonogiri, Solo, Sukoharjo, Karanganyar dan Sragen (Wososukas).

Beberapa hal yang dilaporkan ke anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu yakni serapan air baru 30 liter perdetik dari kapasitas 750 liter perdetik. Kemudian rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Waduk Pidekso, Giriwoyo Wonogiri hingga pembangunan reservoar untuk kecamatan Paranggupito dan IPA di Waduk Gondang Sragen yang butuh anggaran besar.

Amir Tohari Direktur Umum dan Keuangan PT Tirta Utama Persiroda Jawa Tengah mengakui Spam Regional Wososukas baru saja diserahkan dari Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum kepada PT Tirta Utama. Saat ini serapan air belum maksimal, karena masing-masing PDAM baru melakukan pembersihan jaringan perpipaan.

"Baru diserahkan ke kita, ini posisinya tahap flashing pipa PDAM (pembersihan pipa). Belum semua PDAM menyerap, karena baru Karanganyar dan juga Wonogiri yang menyerap itu totalnya sekitar 30 liter perdetik," kata Amir Tohari.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Spam Regional Wososukas Wonogiri. (Foto: RRI/Mulato Ishaan)Amir mengatakan, kapasitas 750 liter perdetik sebenarnya sudah terbagi rata setiap daerah. Seperti Sukoharjo 300 liter perdetik, Solo 250 liter perdetik, Wonogiri 100 liter perdetik dan sisanya Karanganyar, dengan kesepakatan harga Rp 2.500 perkubik.

"Untuk Solo ini baru dalam proses, Sukoharjo juga dalam proses. Karena Solo cukup besar untuk menggantikan sumur-sumur dalam yang ada di Solo utara, sehingga proses ini masih menunggu waktu. Ditargetkan akhir bulan ini bisa jalan semua," ujar Tohari.

Seiring serapan air belum maksimal maka PT Tirta Utama harus menanggung subsidi operasional cukup besar hampir Rp 500 juta perbulan. Subsidi itu bisa diputus apabila pemanfaatan air sudah mencapai 350 liter perdetik.

Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro berbincang dengan Wakil Bupati Wonogiri, Kepala BBWSBS, Direktur PT Tirta Utama dan Kepala Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di Spam Regional Wososukas Wonogiri, Kamis (10/4). (Foto: RRI/Mulato Ishaan)Menyerap berbagai aspirasi tersebut Sriyanto Saputra menyampaikan, pembangunan jaringan air bersih Spam Regional Wososukas sudah jadi dan telah diserahkan ke Pemprov Jawa Tengah yang dikelola oleh PT Tirta Utama. Dia berharap kapasitas 750 liter perdetik ini dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Iya baru terserap 30 liter perdetik. Harapan kami upaya memenuhi ketersediaan air minum bagi masyarakat di Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo dan Solo terpenuhi. Sebenarnya pengen kami sampai ke Sragen, ternyata Sragen akan disuplai dari Waduk Gondang yang ada di Kerjo, Kabupaten Karanganyar," kata Sriyanto.

Sriyanto juga mengakui, PT Tirta Utama harus menanggung beban cukup berat apabila pemanfaatan air bersih Wososukas tidak segera dimaksimalkan. Pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk memaksimalkan pemanfaatan air dari Wososukas ini. Meskipun subsidi Pemda juga besar karena harga air jatuhnya lebih mahal.

"Saya kira bisa dirembuk biar ketemu (harganya). Harapan kami masing-masing Kabupaten mendongkrak daya serapnya, sehingga subsidinya tidak terlalu besar. Bayangkan hanya listrik saja Rp 500 juta lebih setiap bulan, kalau terus-terusan bisa bangkrut nanti," ucap Sriyanto. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....