Kemenkes Bangun sistem dan Kolaborasi Respon Cepat Lawan Hoaks Kesehatan
- 30 Sep 2026 14:00 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kementerian Kesehatan memperkuat upaya penanganan hoaks kesehatan dengan meluncurkan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap semakin masifnya penyebaran disinformasi kesehatan yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Dikutip dari akun Instagram @kemenkesRI, Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan diluncurkan Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono. Instrumen tersebut dirancang untuk mengubah pola penanganan hoaks yang sebelumnya dilakukan secara ad hoc menjadi mekanisme yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Dante mengatakan, penyebaran disinformasi kesehatan tidak hanya menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan. Salah satunya terlihat dari penurunan cakupan imunisasi nasional hingga 80 persen pada 2025 yang diikuti munculnya kejadian luar biasa atau KLB campak dan polio di sejumlah daerah.
Kemenkes mencatat, sepanjang 2025 hingga 2026 terjadi wabah atau KLB campak di sejumlah wilayah yang menyebabkan 72 anak meninggal dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa informasi yang keliru mengenai kesehatan dapat berujung pada dampak yang serius, mulai dari kesakitan dan kecacatan hingga kematian.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat hoaks kesehatan menjadi salah satu kategori hoaks yang banyak beredar di ruang digital. Pada periode Agustus 2018 hingga September 2026, tercatat 2.622 hoaks kesehatan terdeteksi di berbagai platform digital. Isu imunisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak ditemukan.
Menurut Kemenkes, perlindungan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyediaan layanan medis, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, dan vaksinasi. Masyarakat juga membutuhkan informasi kesehatan yang komunikatif, humanis, dan mudah dipahami agar dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.
Untuk itu, Kemenkes melakukan penguatan sistem penanganan hoaks melalui penataan regulasi dan tata kelola, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan kanal penanganan hoaks yang terintegrasi dengan Halo Kemenkes.
Melalui Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan, Kemenkes berharap respons terhadap disinformasi dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai maupun meneruskan informasi kesehatan yang diterima, melainkan memeriksa kebenarannya melalui sumber resmi pemerintah dan informasi berbasis bukti ilmiah. (Ria)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....