Gerakan Makan dengan Makna

  • 13 Jul 2026 00:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Gerakan "Makan dengan Makna" merupakan kampanye nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan TikTok dan Foodbank of Indonesia. Menurut informasi dari @KemenkesRi, tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat mencegah penyakit kronis dengan mengonsumsi makanan lokal yang segar.

Melalui kampanye #MakandenganMakna yang diperkenalkan oleh TikTok Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mengajak generasi Z untuk menjadikan makanan lokal sebagai pilihan utama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Peluncuran program ini juga bertepatan dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemenkes dan TikTok, untuk mempercepat transformasi literasi kesehatan dan budaya hidup sehat melalui platform digital.

Kerjasama ini meliputi penyediaan konten edukatif untuk masyarakat serta pertukaran data yang aman dan bertanggung jawab, serta program kesehatan lainnya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan masalah ginjal, sangat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat.

Menteri Kesehatan secara khusus mengajak para kreator konten di TikTok untuk menyampaikan edukasi kesehatan dengan gaya yang menarik bagi anak muda agar bisa menjadi tren yang diminati. Pentingnya gerakan ini diperkuat oleh data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Data menunjukkan bahwa 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas tidak cukup mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, 33,7 persen warga menyukai makanan yang manis, dan 47,5 persen menyukai minuman manis.

Angka obesitas di kalangan penduduk usia 18 tahun ke atas juga meningkat dari 15,4 persen pada tahun 2013 menjadi 23,4 persen pada tahun 2023. Sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko PTM, Kemenkes aktif mendorong program Nutri-Level. Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah memahami, membandingkan, dan memilih produk makanan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya (GGL).

Fokus utama dari Nutri-Level adalah pada penguatan edukasi konsumen saat berbelanja, bukan pada pelarangan produk di pasar. Banyak penyakit seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal berawal dari kebiasaan makan yang tidak sehat yang berlangsung lama.

Oleh karena itu, perubahan signifikan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti banyak mengonsumsi buah dan sayur, memilih makanan yang lebih segar, serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak sesuai dengan anjuran. Ayo, manfaatkan media sosial bukan hanya untuk mencari inspirasi kuliner, tetapi juga untuk mendapatkan inspirasi hidup yang sehat. Saatnya membuat gaya hidup sehat menjadi tren yang menyenangkan, relevan, dan bisa dimulai sekarang. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....